Tembus Rp4,96 Triliun, Jateng Sabet Peringkat Pertama Realisasi Kredit Perumahan Nasional

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 13:56 13 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Provinsi Jawa Tengah sukses mencatatkan diri sebagai daerah dengan tingkat realisasi Kredit Program Perumahan tertinggi di kancah nasional. Prestasi membanggakan ini membuktikan komitmen nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam menyukseskan program tiga juta rumah gagasan pemerintah pusat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan langsung pencapaian gemilang tersebut. Momen ini berlangsung saat agenda Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, pada Kamis (30/7/2026).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut hadir memeriahkan acara bersejarah ini bersama jajaran menteri kabinetnya. Tiga pimpinan daerah, yakni Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga tampak mendampingi Kepala Negara.

Kementerian PKP merilis data faktual yang menunjukkan total realisasi kredit program perumahan di wilayah Jawa Tengah per 29 Juli 2026 telah menembus angka fantastis sebesar Rp4,96 triliun. Aliran dana ini sukses menjangkau 28.275 debitur melalui penyaluran aktif dari bank Himbara, Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga sejumlah bank swasta.

“Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah, terima kasih Pak Gubernur (Ahmad Luthfi). Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, nomor lima Bali,” kata tokoh yang akrab disapa Ara ini.

Ara memaparkan lebih rinci mengenai kinerja industri perbankan nasional. Ia menyebut Bank Tabungan Negara (BTN) memimpin penyaluran KPR Subsidi tertinggi di kategori bank Himbara, sedangkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendominasi penyaluran KUR Perumahan. Di sektor perbankan swasta, Bank Nobu berhasil menduduki posisi puncak realisasi.

“Untuk Bank Pembangunan Daerah, penyalur terbesar juga Bank Jateng,” katanya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menganggap prestasi ini sebagai kebanggaan milik seluruh masyarakat. Ia menilai program kredit perumahan ini menebar manfaat besar bagi warga kurang mampu, khususnya kelompok rentan pada desil 1, 2, 3, dan 4. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah memfasilitasi warga agar segera memiliki hunian yang layak.

“Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng. Bank Jateng juga diapresiasi karena tertinggi di Indonesia. Ini memang menjadi prioritas kita bersama, termasuk Bank Jateng salah satu bank untuk KUR UMKM,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menuturkan bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini membidik secara spesifik Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bank Jateng membuka akses seluas-luasnya bagi beragam latar belakang profesi, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta, pelaku wiraswasta, hingga para pekerja informal.

Anna membeberkan bahwa program kredit perumahan Bank Jateng menawarkan skema yang sangat meringankan beban warga. Pihaknya mematok suku bunga rendah hanya 5% per tahun. Para nasabah juga berhak mengantongi dana subsidi sebesar Rp4 juta, menikmati pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta mendapatkan pilihan tenor cicilan panjang selama 15 hingga 20 tahun.

“Ini untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta,” katanya.

Khusus untuk progres FLPP tahun 2026, Anna memaparkan bahwa per 27 Juli, Bank Jateng sukses menyalurkan kredit kepada 663 debitur dengan total nilai mencapai Rp104 miliar. Nasabah bisa mengakses fasilitas unggulan ini melalui layanan konvensional maupun Bank Jateng Syariah. Manajemen memacu program ini sebagai respons atas instruksi Gubernur Ahmad Luthfi dalam mendorong program tiga juta rumah dari pusat.

“Jawa Tengah sendiri, khususnya Bank Jateng juga didorong untuk melaksanakan program ini. Pak Gubernur sangat antusias dan beberapa kali juga mengadakan acara akad massal bersama Bank Jateng untuk angkat massal KPR FLPP,” jelasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA