Anggaran MBG Kuras APBN Rp101,1 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 05:50 0 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencairkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp101,1 triliun sepanjang semester I-2026. Pemerintah menyalurkan dana jumbo tersebut untuk menjangkau 63,13 juta penerima manfaat guna menyukseskan program prioritas nasional.

Purbaya menjelaskan bahwa alokasi anggaran MBG memegang peran sebagai salah satu komponen utama belanja negara. Pemerintah mengarahkan instrumen fiskal ini untuk memperkuat jaring perlindungan sosial sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat di akar rumput.

“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas, termasuk Program MBG yang telah merealisasikan anggaran Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” ujar Purbaya usai konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Purbaya, APBN memegang peran ganda. Selain berfungsi sebagai shock absorber yang meredam gejolak stabilitas ekonomi, pemerintah juga memfungsikan APBN sebagai instrumen pembangunan dan pelindung masyarakat berpenghasilan rendah lewat berbagai program prioritas.

Di luar program MBG, pemerintah juga telah mengucurkan dana sebesar Rp13,1 triliun untuk membangun 104 Sekolah Rakyat permanen. Di sektor perlindungan sosial, pemerintah mencatatkan realisasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp14,5 triliun, Kartu Sembako senilai Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menembus angka Rp8,8 triliun.

Menkeu turut membeberkan rapor kinerja APBN hingga penutupan triwulan II-2026. Ia mencatat pendapatan negara sukses menyentuh angka Rp1.459,4 triliun, meroket 21,4 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sektor perpajakan menjadi tulang punggung utama kenaikan ini dengan setoran mencapai Rp1.035,7 triliun, atau tumbuh 24,6 persen secara tahunan (year-on-year). Pada saat yang sama, setoran kepabeanan dan cukai menyumbang Rp152 triliun, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil membukukan pemasukan sebesar Rp271 triliun.

Beralih ke sisi pengeluaran, realisasi belanja APBN menembus angka Rp1.656 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 17,8 persen ketimbang capaian pada semester I-2025.

Purbaya merinci bahwa pemerintah pusat memfokuskan belanja sebesar Rp1.298,6 triliun untuk mengeksekusi beragam program prioritas nasional. Dana ini mengalir deras untuk menyokong program MBG, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN), pemenuhan manfaat pensiun, hingga subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) serta listrik.

“Belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun terutama digunakan untuk Program MBG, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13, manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik,” kata Purbaya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA