Gandeng TNI, Pemkot Semarang Olah Gunungan Sampah TPA Jatibarang Jadi Solar Lewat Teknologi Pirolisis

waktu baca 4 menit
Kamis, 13 Agu 2026 10:17 18 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merespons positif langkah strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menuntaskan kondisi darurat sampah nasional. Melalui kolaborasi apik bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, pemerintah resmi menetapkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang sebagai lokasi pilot project pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, mengonfirmasi bahwa program inovatif ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga memperkuat manuver ini dengan menerbitkan surat resmi terkait penetapan titik lokasi pilot project tersebut.

“Bapak Presiden memerintahkan TNI untuk ikut berperan membantu kabupaten/kota dalam menangani darurat sampah. Pelibatan TNI di sini memegang peranan untuk mengkoordinir pilot project pirolisis di beberapa kabupaten, kota, dan provinsi,” kata Glory, Rabu 12 Agustus 2026.

Glory menerangkan bahwa teknologi pirolisis ini memiliki fokus utama untuk mengurai timbunan sampah lama yang menggunung di TPA Jatibarang. Mesin canggih ini nantinya akan menyulap tumpukan limbah tersebut menjadi sumber energi terbarukan yang sangat berharga.

“Fokusnya mengolah sampah lama atau timbunan sampah yang ada di TPA untuk diolah dengan proses pirolisis menjadi bahan bakar setara solar,” jelasnya.

Dalam membagi peran kerja sama, Pemkot Semarang mengambil tanggung jawab untuk menyiapkan fasilitas pendukung utama di dalam kawasan TPA Jatibarang. Sementara itu, pihak TNI akan mendelegasikan operasional teknis kepada mitra teknologi yang telah mereka tunjuk.

“Tugas kita menyediakan lahan di dalam area TPA untuk pre-treatment pilah sampah lamanya dan memberikan akses bagi mereka untuk mengambil sampah lama tersebut. Untuk unit proses dan pelaksanaannya nanti dari technology partner yang ditunjuk TNI,” ujarnya.

Saat ini, proyek penanganan limbah berskala besar tersebut masih berada dalam fase pematangan kajian teknis. Sebelum mengeksekusi pengerjaan fisik atau konstruksi di lapangan, tim ahli tengah merampungkan studi kelayakan (Feasibility Study) sekaligus menyusun rancangan detail rekayasa atau Detail Engineering Design (DED) untuk menjamin efektivitas penerapan teknologi pirolisis.

Menilik ke belakang, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, telah meneken nota kesepakatan bersama terkait mega proyek ini. Keduanya meresmikan kerja sama strategis tersebut di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Jumat (7/8/2026) lalu.

Agustina memandang kolaborasi ini sebagai pijakan awal bagi pemerintah daerah untuk menanggulangi persoalan sampah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ia berharap inovasi ini mampu melahirkan solusi konkret yang membawa kemanfaatan besar bagi warga Kota Semarang.

“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Agustina.

Merujuk pada kesepakatan tersebut, pemerintah memprioritaskan penerapan teknologi pirolisis di beberapa wilayah krusial, meliputi Kota Semarang, Kota Bekasi, Kota Bogor, serta Kabupaten Bogor. TNI AD turun tangan langsung mengawal program ini demi mengeksekusi instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran negara ikut memecahkan problem tantangan sampah nasional.

Agustina menegaskan, penerapan mesin berteknologi tinggi ini wajib memberikan hasil capaian yang terukur, khususnya dalam mereduksi volume sampah harian di Kota Semarang.

“Kalau Kota Semarang dipercaya menjadi bagian dari pilot project nasional, maka ukurannya adalah berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, seberapa aman teknologinya, dan sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Sang Wali Kota juga mengingatkan seluruh pihak agar mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ini ke dalam sistem tata kelola sampah secara komprehensif. Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus menempuh pendekatan dari sektor hulu dengan menggalakkan edukasi pengurangan serta pemilahan limbah rumah tangga.

Oleh karena itu, pemerintah terus menggaungkan program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah guna membentuk kebiasaan baik masyarakat. Nantinya, fasilitas pengolahan berbasis teknologi tinggi ini hanya akan beroperasi untuk memusnahkan sampah residu yang gagal tertangani melalui metode konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya. Pengolahan berbasis teknologi disiapkan untuk menangani residu, sementara gerakan Semarang Wegah Nyampah tetap berjalan di hulu. Yang kita bangun adalah sistemnya, bukan hanya mesin,” terangnya.

Agustina berjanji akan mengawal ketat setiap tahapan pengembangan teknologi pirolisis ini. Ia ingin memastikan operasional proyek ini selalu mematuhi kaidah kelestarian lingkungan hidup, regulasi hukum, standar keselamatan kerja, serta menunjang prinsip keberlanjutan ekonomi wilayah.

“Kita tidak sedang mencari teknologi yang sekadar canggih. Kita mencari teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah. Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” ujarnya.

Pemkot Semarang sangat optimistis kerja sama dengan TNI AD ini mampu mengakselerasi transformasi sistem pengelolaan sampah di daerahnya. Pemerintah menargetkan perubahan masif ini berjalan selaras dengan membaiknya perilaku warga, menguatnya kapasitas armada pengangkutan, serta kesiapan teknologi dalam membakar habis residu akhir.

Sebagai penutup, Agustina meyakini bahwa rentetan pendekatan terpadu ini akan membuat persoalan limbah di Kota Semarang teratasi secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan hingga masa mendatang.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA