Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Agustina Targetkan Ekonomi Semarang Tumbuh 8,55 Persen

waktu baca 4 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 05:31 2 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terus mematangkan draf Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Melalui perencanaan matang ini, ia menargetkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang mampu melesat menyentuh angka 6,70 hingga 8,55 persen. Agustina memaparkan target strategis tersebut saat membuka forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, pada Rabu (19/8/2026).

Agustina menegaskan bahwa RKPD 2027 memegang peranan sangat krusial sebagai pijakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2025–2029. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak memulai perencanaan pembangunan dari titik nol. Pemerintah harus melanjutkan berbagai program kerja yang tengah berjalan dan memastikan masyarakat segera merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Musrenbang adalah ruang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah. Tugas kita hari ini menyusun semuanya menjadi prioritas yang paling memberi manfaat, paling dibutuhkan, dan paling siap dilaksanakan,” ujarnya.

Forum strategis tahunan ini mempertemukan 714 peserta yang hadir secara tatap muka (luring) maupun dalam jaringan (daring). Peserta berasal dari unsur pemerintah daerah, anggota DPRD, instansi vertikal, pakar akademisi, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.

Kepada seluruh peserta, Agustina menjelaskan bahwa RPJMD memiliki sasaran akhir untuk menyulap Kota Semarang menjadi pusat ekonomi yang maju, berkeadilan sosial, lestari, dan inklusif. Ia menopang visi besar ini melalui lima pilar utama, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.

“Lingkungan yang baik menopang kesehatan, masyarakat yang sehat dan cerdas memperkuat produktivitas, ekonomi yang tumbuh menciptakan kesejahteraan, dan semuanya membutuhkan tata kelola serta kota yang tangguh,” jelasnya.

Guna memuluskan langkah mencapai target tersebut, Agustina membeberkan sejumlah capaian positif ekonomi dan pembangunan manusia Kota Semarang sepanjang tahun 2025. Kota ini sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,49 persen dan meraih nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada angka 85,80. Selain itu, pemerintah berhasil menekan angka kemiskinan turun menjadi 3,80 persen dan menjaga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di level 5,65 persen.

“Angka-angka ini menunjukkan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti pada capaian, tetapi harus melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang bisa kita akselerasi,” tegasnya.

Rentetan capaian positif ini menguatkan pijakan pemerintah untuk meneruskan 56 program dan 96 kegiatan unggulan prioritas Wali Kota. Saat ini, pemerintah telah menuntaskan sebagian program, sementara sebagian lainnya masih terus bergulir dan berpotensi mencapai garis akhir penyelesaian pada tahun 2027 mendatang.

“Artinya, RKPD 2027 berlanjut dari program yang ada. Kita melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan dan memastikan hasilnya semakin terasa,” katanya.

Khusus untuk mendongkrak roda perekonomian, pemerintah menetapkan tema “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah” untuk RKPD 2027. Agustina berambisi merangkai ekosistem pariwisata yang benar-benar berkualitas dan berkelanjutan, sehingga daerah tidak sekadar berfokus mengejar kuantitas angka kunjungan pelancong.

“Kita ingin pariwisata membuat wisatawan tinggal lebih lama. Produk unggulan daerah didukung dari pendataan, kurasi, pembinaan, business matching hingga pasar, sementara infrastruktur menjadi pengungkitnya,” ujarnya.

Pemerintah menerjemahkan arah kebijakan tersebut dengan mengintegrasikan enam titik fokus destinasi pariwisata, yakni kawasan Semarang Lama, Simpang Lima, Semarang Barat, Mijen-Gunungpati, Semarang Atas, dan Semarang Timur. Pada sektor UMKM, pemerintah merancang program Waras Ekonomi untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari tahap kurasi produk hingga evaluasi dampak akhir.

Mengintip target pariwisata tahun 2027, pemerintah berencana memoles lima destinasi wisata alam, merintis lima desa atau kampung wisata baru, mencetak 20 kreator konten andal, serta menarik kedatangan 9.461.037 wisatawan ke Kota Semarang.

Guna melindungi seluruh denyut aktivitas ekonomi dan pariwisata tersebut, Agustina menginstruksikan jajarannya untuk mematangkan penanganan banjir secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Langkah pencegahan ini meliputi optimalisasi kinerja rumah pompa, pengerukan atau normalisasi saluran air, hingga pengintegrasian saluran primer. Pemkot Semarang akan berkolaborasi erat dengan BBWS Pemali Juana untuk mengeksekusi inisiatif ini melalui payung program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

Secara lebih makro, selain mematok pertumbuhan ekonomi pada level 6,70 hingga 8,55 persen, pemerintah juga membidik sejumlah sasaran strategis lainnya untuk tahun 2027. Pemkot Semarang memproyeksikan peningkatan IPM agar bisa menyentuh angka 87,35, memaksa angka kemiskinan merosot tajam ke kisaran 3,52 hingga 3,31 persen, serta mengendalikan TPT agar tetap berada di ambang 5,23 hingga 4,93 persen.

“Seluruh angka, target, program, dan kebijakan ini memiliki satu ukuran: seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Musrenbang ini sebagai ruang kolaborasi yang sungguh-sungguh,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA