Atasi Tantangan Kemarau, Wali Kota Agustina Dorong Inovasi Penyiraman Otomatis Taman Kota Semarang

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 17:41 4 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terus mendorong jajarannya untuk memanfaatkan teknologi guna menjaga keasrian ruang terbuka hijau selama musim kemarau. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pemerintah Kota Semarang kini mengimplementasikan inovasi cerdas berupa sistem penyiraman otomatis berbasis pengatur waktu (timer) di sejumlah taman aktif.

Agustina menegaskan bahwa taman kota memerlukan perhatian ekstra sepanjang musim kemarau agar fungsinya sebagai ruang publik tetap optimal dan nyaman bagi warga.

“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” ujarnya, Jumat (21/08).

Sistem otomatis ini bekerja dengan menyiram tanaman berdasarkan jadwal dan durasi yang telah petugas tentukan. Inovasi ini hadir sebagai solusi ampuh untuk menjamin tanaman mendapat pasokan air tepat waktu, sekaligus mengatasi kendala keterlambatan armada mobil tangki akibat padatnya arus lalu lintas perkotaan.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati atau yang akrab dengan sapaan Pipie, memaparkan bahwa sistem penyiraman ini sangat mengandalkan pengaturan timer yang petugas sesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing taman.

“Dengan sistem timer, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal. Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” jelas Pipie.

Saat ini, Pemkot Semarang telah mengoperasikan sistem mutakhir tersebut secara penuh di lima lokasi strategis, yaitu Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo. Disperkim juga terus memperluas jangkauan teknologi ini dengan merakit instalasi baru di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, serta Taman Parikesit pada tahun 2026 ini.

“Target kami, sistem penyiraman otomatis ini diterapkan secara bertahap di seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif. Ini bentuk modernisasi pemeliharaan ruang hijau kita,” tambah Pipie.

Walaupun teknologi ini membuat proses penyiraman melaju jauh lebih teratur, pemerintah tetap harus menjaga ketersediaan pasokan air yang melimpah, memastikan fungsi pompa dan sensor, serta merawat jaringan pipanya secara berkala. Pemkot Semarang berharap kolaborasi sistem ini mampu memangkas berbagai kendala penyiraman manual, sehingga seluruh tanaman tetap tumbuh sehat dan hijau selama kemarau melanda.

Lebih jauh, Wali Kota Agustina memosisikan terobosan ini sebagai pilar utama dalam menyukseskan konsep Smart Park yang mendukung visi besar Smart City Kota Semarang. Ia meyakini pemerintah harus selalu mengorientasikan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan riil dalam pengelolaan fasilitas publik.

“Pemanfaatan teknologi harus menjawab kebutuhan di lapangan. Taman kota harus tetap terawatt dan nyaman digunakan masyarakat, sekalipun kita menghadapi musim kemarau,” tuturnya.

Sebagai penutup, Agustina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk proaktif menjaga kelestarian taman maupun fasilitas ruang publik yang telah pemerintah sediakan.

“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA