Harmony of Java 2026, Pesta Rakyat HUT ke-81 Jateng Sukses Bangkitkan Nostalgia Warga

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 18:37 5 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah sukses menyajikan lebih dari sekadar panggung hiburan bagi warga. Momen istimewa ini berhasil memantik kenangan masa lalu, menjadi ajang kumpul hangat bersama keluarga dan sahabat, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan harapan bagi kemajuan Jawa Tengah.

Atmosfer kehangatan tersebut terekam jelas dalam kemeriahan festival Harmony of Java 2026 yang berlangsung di kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah pada Sabtu (22/8/2026).

Ribuan warga antusias membanjiri arena pesta rakyat untuk menikmati suguhan musik dari deretan seniman kenamaan. Panitia sukses menghadirkan grup musik GME, orkes Pertelon Koplo, hingga penampilan puncak dari band legendaris KLa Project.

Seorang warga asal Salatiga, Eli Rahmawati, turut merasakan euforia tersebut. Ia dan kelima rekannya bahkan telah memadati lokasi acara sejak pagi hari. Mereka rela menunggu hingga malam demi menyaksikan aksi panggung KLa Project, sebuah grup musik yang sukses menemani kisah masa muda mereka.

“Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman. Terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an. Nostalgia,” kata Eli.

Bagi Eli, kebersamaan dengan sahabat karib membuat perayaan ulang tahun provinsi ini terasa makin bermakna. Ia sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang menggratiskan acara meriah ini bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengaku sangat terhibur melihat semaraknya pesta rakyat tersebut. Eli memandang kegiatan seperti ini sukses menyediakan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan kegembiraan bersama.

“Kesannya luar biasa menyenangkan dan semoga pesta rakyat ini menjadi dedikasi dan inspirasi untuk berikutnya ada acara yang selanjutnya,” ujarnya.

Di balik kegembiraan bernostalgia, Eli menitipkan secercah harapan untuk masa depan Jawa Tengah. Berprofesi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, ia mendorong pemerintah daerah agar terus memprioritaskan kesejahteraan masyarakat, khususnya nasib para guru.

Kisah senada juga meluncur dari Antonius, seorang warga Kota Semarang yang sengaja memboyong keluarganya untuk merayakan semarak Hari Jadi Jateng.

Antonius menjadikan kemeriahan acara ini sebagai momen sederhana untuk merekatkan kehangatan keluarga. Ia memberikan acungan jempol atas keputusan panitia yang mengundang para musisi populer lintas generasi.

Ia sangat berharap pemerintah terus mempertahankan konsep acara yang merakyat ini pada perayaan tahun-tahun mendatang. Menurutnya, pemerintah tidak sekadar menyajikan hiburan, tetapi juga sukses menyediakan ruang inklusif bagi warga untuk menikmati hasil pembangunan secara langsung.

“Mungkin bisa kembali hadir artis-artis yang populer, yang legendaris tentunya seperti ini. Saya kira tetap harus merakyat,” ujarnya.

Gegap gempita yang masyarakat rasakan ini ternyata sangat selaras dengan visi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Saat menyampaikan pidato sambutannya, ia mengungkapkan bahwa pemerintah memang merancang peringatan HUT ke-81 Jateng dengan konsep sederhana. Namun, di luar dugaan, antusiasme masyarakat justru meledak.

“HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah kita mengadakan yang sangat-sangat sederhana. Saking sederhananya masyarakat berlimpah ruah datang ke tempat kita,” kata Luthfi.

Luthfi menyimpulkan bahwa lautan massa yang membanjiri arena perayaan menjadi simbol kuat semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin sanggup memajukan Jawa Tengah sendirian, melainkan sangat membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA