Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaNALARMEDIA.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan pemerintah akan mengantongi penerimaan negara hingga Rp120 triliun dari setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang tahun ini. Guyuran dana segar ini memiliki potensi besar untuk mempertebal kas negara sekaligus memangkas angka defisit APBN 2026.
Proyeksi setoran tersebut melonjak cukup tajam jika membandingkannya dengan realisasi penerimaan dividen pada tahun sebelumnya yang hanya menyentuh kisaran Rp90 triliun.
“Tahun ini ada peningkatan sekitar Rp120 triliun,” ujar Purbaya, Jumat (28/8/2026).
Purbaya menerangkan bahwa pemerintah belum mencatatkan proyeksi dana Rp120 triliun ini ke dalam outlook (proyeksi) APBN 2026. Kementerian Keuangan masih menerapkan prinsip kehati-hatian tingkat tinggi sebelum memasukkan potensi pemasukan tersebut ke dalam postur anggaran karena dananya belum masuk secara riil.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pantang mengalokasikan penerimaan bayangan ke dalam rencana belanja negara. Jika kementerian dan lembaga telanjur meminta jatah anggaran namun target penerimaan meleset, stabilitas ruang fiskal justru akan menghadapi guncangan serius.
“Jangan sampai masuk di hitung, baru plan di hitung masuk karena yang lain sudah pada minta uangnya nanti. Kalau uangnya nggak jadi masuk jeblok,” ujarnya.
Purbaya menggarisbawahi bahwa kucuran dana Rp120 triliun tersebut kelak akan langsung mengalir ke kas negara sebagai penyangga stabilitas.
“Untuk cadangan dulu, supaya anggaran kita semakin kuat,” kata dia.
Merespons pertanyaan mengenai peluang tambahan dana ini untuk menekan asumsi defisit APBN yang kini berada di angka Rp285 triliun, Purbaya mengonfirmasi bahwa skenario positif tersebut sangat mungkin terwujud.
Kendati demikian, Menkeu belum bisa memastikan besaran target dividen BUMN untuk tahun anggaran berikutnya. Ia menyebut keputusan pembagian dividen perusahaan pelat merah akan selalu mengikuti arah kebijakan Presiden.
Purbaya menilai lonjakan laba bersih konsolidasi BUMN menjadi pendorong utama yang mendongkrak porsi penerimaan dividen pemerintah pada tahun ini.
Lebih jauh, Purbaya memastikan pemerintah telah menghitung cermat kebutuhan modal investasi BUMN sebelum menarik setoran dividen. Negara hanya mengambil porsi keuntungan yang nilainya berada di atas rasio kebutuhan ekspansi perusahaan.
“Pak Presiden bilang sebagian taruh dong di pemerintah,” kata Purbaya.
Meski kinerja perusahaan BUMN tahun ini terbilang cemerlang, Purbaya enggan buru-buru menjanjikan setoran dividen dalam jumlah jumbo yang sama untuk tahun depan.
“Kita gantung-gantung aja. Dan gini, kalau dividen untuk yang banyak juga kan pajaknya otomatis juga meningkat,” ujarnya.
Kehadiran potensi dana ratusan triliun ini jelas memberikan amunisi baru bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan cadangan fiskal nasional. Namun, Purbaya kembali menegaskan komitmen kementeriannya untuk sabar menunggu dana tersebut benar-benar cair sebelum mencatatkannya secara resmi ke dalam buku perhitungan APBN.