5 Wartawan Hilang di Perairan Anak Krakatau Masuk Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area Pencarian

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 17:41 23 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama jajaran kepolisian mengintensifkan operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak. Rombongan tersebut sebelumnya berlayar menembus Selat Sunda dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Rombongan penumpang speedboat nahas ini membawa lima orang wartawan dan tiga kru kapal. Mereka merencanakan pelayaran tersebut untuk mengambil dokumentasi visual terkait aktivitas erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Rabu (9/9/2026), aparat memperkuat barisan tim penyelamat dengan menerjunkan personel tambahan dan armada kepolisian dari KP.XXV-1001 serta KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang. Kepolisian juga mengerahkan dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri untuk bergabung bahu-membahu bersama tim Basarnas Lampung.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun, menjelaskan bahwa kepolisian dan Basarnas terus menyisir lautan secara terukur. Tim lapangan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan personel saat bermanuver di tengah kondisi perairan Selat Sunda.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Lampung, Kombes Pol Erick Sartani Marbun, menambahkan bahwa timnya telah memperluas area penyisiran laut. Aparat memetakan sejumlah titik baru yang kemungkinan besar menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Kronologi Hilang Kontak

Mengacu pada informasi awal, rombongan bertolak meninggalkan Dermaga Pagedongan di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah seorang jurnalis dalam rombongan tersebut sempat mengirimkan pesan berisi titik koordinat lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Sayangnya, komunikasi dengan mereka terputus total saat jam menunjukkan pukul 15.04 WIB.

Sejak detik itu, tim darat belum berhasil melacak keberadaan kapal. Tim SAR kemudian menjadikan titik komunikasi dan lokasi koordinat terakhir tersebut sebagai acuan utama untuk memulai pergerakan operasi pencarian.

Otoritas merilis identitas kelima wartawan yang menjadi korban hilang, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus sebagai jurnalis lepas. Sementara itu, kepolisian belum mengungkap identitas tiga kru kapal yang mendampingi para jurnalis tersebut.

Mengawali operasi SAR hari kedua pada Rabu pagi, Kepala Seksi (Kasi) Operasi Basarnas Lampung, Agus Mujiono, memimpin langsung apel kesiapan dan penebalan pasukan gabungan.

Seusai apel, tim gabungan langsung memacu kapal untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang memiliki indikasi kuat dengan jalur pelayaran maupun lokasi terakhir keberadaan rombongan.

Kombes Pol Yuni memastikan kepolisian terus merajut koordinasi ketat dengan Basarnas serta seluruh elemen SAR daerah demi memaksimalkan hasil pencarian hari ini.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” jelas Yuni.

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan mengerahkan kekuatan penuh armada laut dan personel. Polisi, Basarnas, dan unsur SAR lainnya memantau secara cermat setiap jengkal perairan Selat Sunda demi menemukan delapan korban tersebut secepatnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA