Mahasiswa UNDIP Bantu Petani Senggi Tanam Padi Lewat Tradisi Royongan

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 15:35 18 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Tim 14 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) terjun langsung mendampingi warga kawasan transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Para mahasiswa UNDIP ini berbaur dan membantu kelompok petani lokal mengolah lahan pertanian melalui tradisi gotong royong bernama royongan, tepatnya pada masa penanaman bibit padi.

Masyarakat Senggi rutin mempraktikkan tradisi royongan untuk menuntaskan berbagai tahapan pekerjaan tani secara kolektif. Mereka bahu-membahu mengangkut bibit, menyiapkan lahan, hingga menanam padi bersama-sama. Kolaborasi warga ini terbukti sangat efektif meringankan beban fisik sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga transmigran.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UNDIP di tengah sawah memantik apresiasi dan sambutan hangat dari penduduk setempat.

“Kami senang tim datang ke sini dan ikut turun langsung menanam. Jadi, tidak hanya mendengar tentang kegiatan royongan, tetapi juga ikut merasakan langsung bagaimana budaya royongan yang selalu kami lakukan,” ujar Hatta, anggota Kelompok Tani Kotop.

Bagi warga pedesaan, aksi turun langsung ini memancarkan makna kebersamaan yang sangat mendalam. Mereka memandang royongan bukan sekadar dongeng tradisi masa lalu, melainkan praktik hidup yang tumbuh subur lewat keringat bersama. Walaupun proses mengolah lahan sangat menguras tenaga, warga tetap mampu menghidupkan suasana yang hangat dan dinamis. Para petani bekerja secara sukarela tanpa memusingkan porsi kontribusi individu, sembari melempar canda tawa di hamparan sawah.

Keterlibatan mahasiswa ini menularkan pelajaran berharga bahwa pembangunan masyarakat desa tidak melulu harus bertumpu pada program raksasa, melainkan bisa bermula dari aksi sederhana seperti saling membantu. Langkah nyata TEP UNDIP membuktikan bahwa masyarakat transmigrasi mampu bertahan hidup bukan hanya karena sokongan kekuatan ekonomi, tetapi juga berkat kokohnya modal sosial mereka. Tradisi royongan sukses menjadi wadah strategis untuk merawat kerukunan, menumbuhkan rasa saling percaya, dan memancangkan fondasi pembangunan dari level akar rumput.

Melalui aksi tanam padi bersama ini, TEP UNDIP sukses mendorong produktivitas pangan pedesaan sembari merawat kelestarian kearifan lokal. Aksi simpatik ini juga mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Mereka mewujudkan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) lewat penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan merajut solidaritas sosial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara insan akademis dan warga masyarakat.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA