DPRD Semarang Soroti Persiapan MTQ: Jangan Sampai Tamu Datang, Kota Belum Siap

waktu baca 4 menit
Jumat, 11 Sep 2026 13:35 18 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Kota Semarang bersiap menyandang status tuan rumah pergelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan bergulir pada 12 hingga 19 September mendatang.

Merespons makin dekatnya jadwal pembukaan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak pemerintah kota untuk memperluas fokus mereka. Kalangan dewan meminta eksekutif tidak sekadar mengurus teknis panggung perlombaan, melainkan wajib menjamin seluruh tamu dan peserta mendapatkan pengalaman kunjungan yang aman, nyaman, serta berkesan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, membeberkan laporan dari Pemkot Semarang yang mengklaim progres persiapan telah menyentuh angka 90 persen. Meski demikian, ia menyoroti sempitnya sisa waktu pelaksanaan, sehingga panitia harus segera merampungkan berbagai detail pekerjaan yang masih terbengkalai.

“Yang jelas, dewan ingin memastikan seluruh persiapan bisa diselesaikan dengan segera karena dalam waktu dekat ini dihelat acara pembukaan dan dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Simpang Lima,” ujar Mualim.

Pernyataan tegas ini Mualim sampaikan seusai melakukan inspeksi langsung ke lokasi panggung utama pembukaan MTQ Nasional di kawasan Lapangan Simpang Lima pada Kamis (10/9/2026).

Mualim mengingatkan panitia agar tidak mengerdilkan indikator kesuksesan hanya pada kelancaran lomba semata. Ia menilai hal-hal yang sering panitia anggap sepele seperti penataan kawasan, papan informasi publik, ketersediaan lahan parkir, jaminan kebersihan, hingga sistem keamanan justru memegang peran krusial dalam menentukan citra Semarang sebagai tuan rumah.

Pihaknya bahkan menyentil minimnya atribut promosi di ruang publik. Mualim menyoroti ketiadaan spanduk maupun poster penyambutan tamu di sejumlah titik strategis yang masuk dalam radius rangkaian acara.

“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster dipasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.

Ia mendesak pihak penyelenggara untuk segera mengoptimalkan ruang-ruang publik yang ada demi mempromosikan potensi lokal. Menurutnya, momentum emas MTQ Nasional ini tidak boleh sekadar berlalu sebagai agenda keagamaan biasa, melainkan harus menjelma sebagai etalase raksasa untuk memamerkan daya tarik Kota Semarang.

Pemkot bisa membidik promosi pada sektor wisata religi, produk unggulan UMKM, hingga pesona kuliner khas daerah. Strategi ini akan memancing ribuan tamu yang hadir untuk membelanjakan uang mereka dan mengeksplorasi lebih jauh pesona ibu kota Jawa Tengah ini.

“Mulai dari hal-hal kecil agar lebih diperhatikan. Dengan memanfaatkan ruang yang meski terbatas bisa memberikan promosi ataupun pengenalan potensi daerah, seperti berbagai wisata religi, UMKM, dan kuliner khas di Kota Semarang,” jelasnya.

Keberhasilan pergelaran ini, lanjut Mualim, otomatis akan mendongkrak reputasi Kota Semarang di kancah nasional. Oleh sebab itu, ia menuntut kolaborasi solid antara pemerintah dan warga untuk memastikan tidak ada satu pun insiden yang merusak kenyamanan para duta daerah tersebut.

“Jadi penting untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan memberi kesan kepada tamu bisa nyaman dan aman saat tinggal di Semarang. Karena kesan yang baik dan ramah salah satu menjadi indikator suksesnya acara dan lancarnya sebuah acara,” ujarnya.

Mualim kembali menekankan agar panitia mengebut seluruh sisa pekerjaan teknis sebelum hari-H pembukaan. DPRD menolak keras skenario memalukan di mana masalah teknis sepele justru meledak saat ribuan kafilah telah membanjiri kota.

“Kami minta persiapan yang dirasa belum tuntas bisa dirampungkan, mengingat tinggal beberapa hari lagi. Kalau bisa dikebut agar selesai, sehingga acara sukses dan berhasil,” tegas Mualim.

Menyentuh aspek non-teknis, pihak legislatif turut mewanti-wanti skema manajemen tamu dan pengaturan mobilitas kendaraan. Panitia wajib menjamin ketersediaan kantong parkir yang memadai sekaligus menyiagakan petugas pengatur lalu lintas yang andal di lapangan.

Secara khusus, Mualim berpesan kepada para juru parkir (jukir) yang bertugas di radius lokasi kegiatan agar ikut mengawal citra baik Kota Semarang dengan melayani para tamu secara ramah dan profesional.

“Kalau tamu yang hadir dalam pembukaan banyak perlu diantisipasi, misalnya ketersediaan kantong parkir untuk tamu. Dan yang penting adalah memberikan jukir yang membantu parkir tamu untuk diberikan pesan agar membantu dengan ramah,” katanya.

Masalah kebersihan lingkungan pun tak luput dari sorotan dewan. Pasukan kebersihan wajib mengawal estetika kawasan venue sepanjang acara bergulir. Aparat dan panitia juga harus meredam setiap celah gangguan keamanan maupun ketidaknyamanan sedini mungkin.

“Jangan sampai ada gangguan keamanan dan kenyamanan selama lomba. Kami berharap semuanya aman dan nyaman tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menutup paparannya, Mualim menyadarkan panitia akan bahaya kecepatan informasi di era media sosial, di mana insiden pelayanan buruk sekecil apa pun berpotensi memantik sentimen negatif publik secara luas (viral).

“Karena sedikit saja merasa tidak aman akan berpotensi menjadi viral. Semoga acara MTQ Nasional di Kota Semarang sukses dan menjadi contoh ke kota-kota lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perhelatan MTQ Nasional XXXI di Kota Atlas ini tidak hanya menyajikan kompetisi utama tilawah. Pemerintah daerah juga siap menyemarakkan acara melalui deretan agenda pendukung menarik, seperti Pawai Ta’aruf para kafilah, tradisi Mini Dugderan, wisata keliling kota (city tour), hingga simposium keilmuan (Focus Group Discussion/FGD).

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA