Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng tinjau produk UMKM di Semarang Halal Fest 2026.NALARMEDIA.COM – Momentum kedatangan puluhan ribu kafilah dan tamu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 membuka peluang emas bagi pelaku UMKM Kota Semarang untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Pemerintah mewujudkan peluang tersebut dengan menggelar ajang bergengsi Batik Muslim Fashion Award dan Semarang Halal Fest 2026 di kawasan Eks Plaza Simpang Lima, Minggu (13/9/2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung membuka pameran sekaligus meninjau deretan produk lokal yang memanjakan mata pengunjung. Tercatat 89 pelaku usaha meramaikan side event ini dengan menjajakan aneka kuliner lezat, minuman segar, suvenir oleh-oleh, hingga produk kreatif khas daerah.
“MTQ Nasional ini kesempatan besar bagi Kota Semarang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan kita kepada masyarakat Indonesia yang hadir di sini,” ujar Agustina.
Agustina meyakini lonjakan kunjungan tamu lintas provinsi ini menjadi sarana promosi paling efektif agar masyarakat luas bisa mencicipi dan mengenali kualitas produk lokal kebanggaan Kota Semarang secara langsung.
“Jangan sampai orang datang ke Kota Semarang hanya pulang membawa pengalaman melihat MTQ. Kita ingin mereka juga membawa cerita tentang kuliner khas Kota Semarang dan produk unggulan lainnya,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga tidak sekadar membuka ruang pasar, tetapi turut membekali para pelaku usaha mikro agar produk mereka semakin siap saing. Agustina membuktikan komitmen tersebut dengan menyerahkan langsung sertifikat halal dan bantuan desain kemasan kepada UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
“Yang kita bangun bukan hanya perhelatannya, melainkan ekosistemnya. Pelaku usaha harus kita dampingi agar produknya semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas, baik dari sisi legalitas, kualitas, kemasan, maupun pemasaran,” katanya.
Tidak hanya memanjakan lidah lewat kuliner, Semarang Halal Fest turut menyediakan panggung megah bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memamerkan karya inovatif mereka. Panitia menggelar IKM Batik Muslim Fashion Award 2026 yang menonjolkan keindahan perpaduan busana muslim dan kain batik rancangan para finalis serta alumni kompetisi fesyen.
“Batik jangan hanya kita lihat sebagai warisan budaya. Batik harus terus hidup, berkembang dan masuk ke gaya hidup masyarakat. Begitu juga fashion muslim. Ketika kreativitas bertemu dengan industri, maka di situlah muncul nilai tambah dan peluang ekonomi,” ujar Agustina.
Selama menelusuri kawasan Eks Plaza Simpang Lima, pengunjung bisa memborong beraneka ragam jajanan basah, makanan kering, hingga pakaian dan pernak-pernik aksesori. Armeta, salah satu pengunjung bazar, mengaku sangat terpikat melihat kelengkapan variasi produk UMKM tersebut.
“Di sini banyak UMKM Kota Semarang, ada makanan kering, makanan basah, terus ada fashion dan aksesori juga,” ujarnya.
Armeta menilai pergelaran MTQ Nasional ini berfungsi bak batu loncatan yang melambungkan popularitas produk lokal agar semakin familier di telinga wisatawan luar daerah.
“Di tengah kota, pas banget ada MTQ Nasional. Pengunjung se-Indonesia bisa datang ke sini. Jadi bisa memperkenalkan produk unggulan dan kalau pengunjung suka, produk ini bisa makin terkenal di wilayah-wilayah nasional,” tambahnya.
Semarang Halal Fest ini sukses mengukuhkan diri sebagai pusat aktivitas produktif UMKM sepanjang pergelaran MTQ Nasional XXXI. Untuk meramaikan pameran, panitia turut meramu agenda edukatif berupa lokakarya perajin, pelatihan meracik kopi bagi barista, sesi wicara literasi, dan pertunjukan seni budaya.
Menutup peninjauannya, Agustina menaruh asa agar efek positif dari pameran ini terus mengalir deras meski perhelatan MTQ telah usai. Ia mendorong para pengusaha lokal untuk konsisten menjaga mutu produksi dan menggencarkan strategi pemasaran demi merawat pelanggan baru yang mereka temui selama acara.
“MTQ Nasional ini bukan hanya soal sukses penyelenggaraan. Kita ingin setelah acara selesai, UMKM kita tetap dikenal dan produk lokal kita punya pasar yang lebih luas,” pungkas Agustina.