Tim kolaborasi peneliti UNDIP BRIN dan Poltekkes menangkan Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026NALARMEDIA.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Poltekkes Kementerian Kesehatan, tim peneliti kolaboratif ini sukses menyabet posisi tiga besar dalam ajang Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 di Singapura pada 18–19 September 2026.
Ajang inovasi bergengsi tersebut menantang para inovator lintas negara untuk merumuskan solusi konkret atas isu kesehatan nyata di kawasan Asia-Pasifik. Kali ini, kompetisi menitikberatkan fokus pada pemenuhan nutrisi ibu dan anak (maternal and child nutrition), mulai dari masa kehamilan hingga fase emas tumbuh kembang balita.
Menjawab tantangan tersebut, tim perwakilan Indonesia menciptakan FeedWise. Aplikasi berbasis kecerdasan buatan AI di ponsel pintar ini mempermudah orang tua serta tenaga kesehatan dalam memantau asupan gizi serta grafik perkembangan anak secara berkelanjutan, teratur, dan praktis.
Kekuatan tim FeedWise bertumpu pada kolaborasi lintas disiplin ilmu. Formasi tim ini menggabungkan Paramashanti Bunga Astria, Ph.D. (BRIN), Prof. Rifky Ismail (UNDIP), Prof. Tri Siswati (Poltekkes Kemenkes), dan Tri Ismiyanto selaku praktisi pendamping sosial kesehatan masyarakat.
Melalui seleksi ketat mulai dari fase pengembangan solusi, bimbingan teknis, hingga sesi presentasi di depan dewan juri global, dewan juri menetapkan inovasi FeedWise asal Indonesia bersama perwakilan Thailand dan Bangladesh sebagai tiga karya terbaik.
Guru Besar UNDIP, Prof. Rifky Ismail, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan pentingnya sinergi lintas lembaga riset agar inovasi akademik mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.
“Sinergi perguruan tinggi, lembaga riset nasional, institusi pendidikan kesehatan, dan praktisi lapangan menjadi kekuatan kami dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan nyata masyarakat” tambahnya.
Inisiatif kompetisi ini terselenggara berkat kerja sama Academic Medicine Innovation Institute (AMII), SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI), serta SingHealth International Collaboration Office (ICO). Lembaga-lembaga tersebut menargetkan implementasi solusi terpilih agar dampaknya menjangkau masyarakat luas.
Atas raihan prestisius ini, tim pemenang berhak melaju ke tahap Asia-Pacific Global Health Hackathon Incubation Programme selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Program inkubasi ini menyediakan pendampingan tenaga ahli serta alokasi hibah pengembangan non-tunai senilai hingga SGD 25.000 per tim.
Keberhasilan ini kian mengukuhkan komitmen UNDIP dalam memajukan riset terapan bermartabat dan bermanfaat bagi publik. Melalui masa inkubasi hingga awal 2027, tim pengembang bertekad menyempurnakan FeedWise agar segera beroperasi penuh dalam menekan masalah gizi anak di Indonesia dan Asia-Pasifik.