Dongkrak Sektor Pariwisata, Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diproyeksi Tembus Rp1,2 Triliun

waktu baca 4 menit
Rabu, 9 Sep 2026 16:55 18 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang berpotensi besar mencetak perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Kehadiran ribuan tamu dari seluruh penjuru nusantara akan mendongkrak denyut perekonomian Jawa Tengah secara masif.

Selama pergelaran berlangsung, para kafilah dan pendamping tidak sekadar membutuhkan akomodasi penginapan. Mereka juga akan membelanjakan uang untuk kebutuhan konsumsi, jasa transportasi, berburu cendera mata, hingga mengeksplorasi berbagai objek wisata unggulan di daerah setempat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, membeberkan bahwa proyeksi angka fantastis tersebut murni hasil kalkulasi jajaran Pemprov Jateng bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hitung-hitungan ini mencakup seluruh estimasi aktivitas ekonomi masyarakat selama rangkaian MTQ bergulir mulai 11 hingga 20 September 2026.

“Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” kata Taj Yasin seusai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 9 September 2026.

Taj Yasin memaparkan bahwa perputaran uang miliaran rupiah tersebut tidak akan berpusat pada aktivitas perlombaan semata. Pemprov Jateng telah merancang strategi jitu dengan menggelar deretan acara pendukung, mulai dari bursa kerja (job fair), pameran produk UMKM, hingga ragam festival budaya untuk memanjakan para tamu.

Pemerintah akan mengarahkan seluruh kontingen daerah untuk menjelajahi potensi pariwisata Kota Semarang dan kawasan sekitarnya.

“Kita akan tawarkan kepada kafilah yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, panitia sengaja memperpanjang durasi penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang. Hiburan rakyat ini akan terus memeriahkan kota hingga seluruh rangkaian MTQ Nasional usai, sehingga bisa menjadi destinasi favorit pilihan para wisatawan.

Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, menjelaskan bahwa pemerintah turut menyiagakan titik-titik kumpul strategis guna mempermudah akses mobilitas wisata para kafilah. Skema ini bertujuan menyebar dampak ekonomi agar tidak menumpuk di area perlombaan saja, melainkan ikut menghidupkan kantong para pelaku usaha mikro dan menggerakkan sektor pariwisata lokal.

Menyinggung soal kesiapan teknis, Taj Yasin memastikan bahwa progres penyelenggaraan MTQ Nasional telah menyentuh angka 90 persen. Panitia telah menata dan menyempurnakan 12 lokasi perlombaan (venue) yang siap para peserta gunakan.

Hingga saat ini, panitia mencatat sekitar 7.000 orang telah mengonfirmasi kehadiran mereka di ibu kota Jawa Tengah. Jumlah masif ini meliputi peserta inti, ofisial, tim pendamping, hingga berbagai unsur pendukung lainnya.

Menyikapi tingginya pergerakan peserta, Pemprov Jateng segera mengaktifkan skenario antisipasi keterlambatan kedatangan kafilah, mengingat mayoritas kontingen akan menjadikan Jakarta sebagai lokasi transit. Pemerintah terus merajut koordinasi ketat dengan pengelola bandara, pihak maskapai, dan operator transportasi darat.

Hingga Rabu (9/9), seluruh jadwal penerbangan para kafilah masih berstatus aman dan beroperasi sesuai rencana. Panitia juga menyiagakan posko penyambutan khusus bagi kontingen yang merapat ke Jawa Tengah menggunakan moda transportasi kereta api maupun bus.

Dari kacamata kompetisi, kontingen Jawa Tengah menargetkan prestasi gemilang dengan membidik posisi tiga besar nasional.

“Target kita yang pertama sukses pelaksanaan MTQ ke-31 ini, memberikan pelayanan terbaik buat para kafilah. Yang kedua dari perlombaan, kita targetkan paling tidak masuk tiga besar,” kata Taj Yasin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abu Rokhmad, memastikan seluruh perangkat perlombaan MTQ Nasional sudah berada dalam kondisi siap tempur.

Ia mengonfirmasi bahwa tahapan penetapan peserta, dewan hakim, panitera, hingga elemen perlombaan lainnya telah rampung 100 persen. Kemenag juga telah membentuk majelis kode etik khusus untuk mencegah dan menindaklanjuti potensi pelanggaran selama kejuaraan berlangsung.

Ajang MTQ Nasional XXXI ini akan mempertandingkan 2.242 peserta, yang terbagi atas 1.751 peserta inti dan 491 cadangan. Para peserta siap unjuk kebolehan pada delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan total 48 kategori. Panitia pun telah mengamankan 5.257 butir soal ujian.

“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ujar Abu Rokhmad.

Menariknya, pergelaran tahun ini membawa inovasi segar dengan menghadirkan ajang eksibisi khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (tuli). Sebanyak 24 peserta utusan berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan mereka untuk tampil memukau pada panggung eksibisi tersebut.

Abu Rokhmad memandang penyelenggaraan eksibisi ini sebagai langkah progresif pemerintah dalam membuka ruang kesetaraan bagi penyandang disabilitas di kancah MTQ tingkat nasional.

Ke depan, Kemenag berambisi kuat untuk mematangkan dan meningkatkan status eksibisi tersebut menjadi salah satu cabang lomba resmi pada penyelenggaraan MTQ edisi berikutnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA