Antisipasi El Nino, Pemkot Semarang Siagakan 1 Juta Liter Air untuk Wilayah Rawan Kekeringan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 14:08 11 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah antisipatif dengan menyediakan cadangan air bersih dalam jumlah besar. Sebanyak 1 juta liter air disiapkan untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan.

Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga September 2026. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa penanganan dampak kekeringan akan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi, termasuk bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Mudah-mudahan begitu kita mendengar ada kekurangan air, kita bisa siapkan airnya,” ujarnya, Rabu (8/4).

Perubahan cuaca ekstrem mulai dirasakan masyarakat dengan meningkatnya suhu panas secara signifikan. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga puncak musim kemarau.

Agustina juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi risiko lain, seperti kebakaran akibat daun kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Jadi masyarakat harus aware ya. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga,” tuturnya.

Kondisi geografis Kota Semarang yang terdiri dari perbukitan, lembah, sungai, hingga wilayah pesisir turut meningkatkan potensi risiko bencana jika tidak diantisipasi secara matang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebut bahwa pola cuaca pada tahun 2026 tergolong lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena cuaca panas yang tiba-tiba disusul hujan deras dan angin kencang menjadi hal yang perlu diwaspadai.

“Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei, meskipun hingga April masih berpotensi terjadi hujan dan angin kencang.

Sebagai langkah konkret, BPBD telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 1 juta liter yang akan didistribusikan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak.

“Kapanpun permintaan warga, di manapun nanti akan kita kirim sesuai permintaan warga,” kata Endro.

Wilayah Rowosari disebut masih menjadi prioritas utama dalam penanganan kekeringan. Hal ini disebabkan keterbatasan akses jaringan air bersih, di mana upaya pengeboran sumur dalam belum membuahkan hasil dan justru menemukan kandungan gas.

Selain Rowosari, sejumlah wilayah lain seperti Wonosari dan sebagian kawasan di Gunungpati juga masuk kategori rawan, meskipun beberapa di antaranya mulai terjangkau jaringan pipanisasi PDAM.

Pemerintah Kota Semarang terus mengintensifkan upaya mitigasi guna menekan dampak kekeringan. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta menghemat penggunaan air.

Dengan kesiapan logistik dan koordinasi lintas sektor, dampak El Nino di Kota Semarang diharapkan dapat diminimalkan, khususnya bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih. (*)

LAINNYA