APBD Jateng Banjir Pujian Kemenkeu, Gubernur Ahmad Luthfi Beberkan Strategi Jaga Kinerja Fiskal

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 10:11 40 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sepanjang semester I-2026 tetap stabil. Pemerintah daerah sukses menjaga kondisi ini meskipun terus menghadapi tekanan ekonomi global dan keterbatasan kapasitas fiskal.

Luthfi menjelaskan bahwa pencapaian positif tersebut bisa terwujud karena pemerintah memprioritaskan belanja daerah untuk membiayai program-program strategis. Langkah ini memastikan anggaran memberikan dampak dan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Gubernur menyampaikan penjelasan tersebut untuk merespons apresiasi langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu sebelumnya memuji ketangguhan kinerja APBD Provinsi Jawa Tengah yang tetap kokoh di tengah badai ketidakpastian global.

Untuk menjaga resiliensi ekonomi, Luthfi memfokuskan kucuran belanja daerah pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan sektor-sektor produktif. Strategi jitu ini membuat Jawa Tengah mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara konsisten.

“APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Luthfi saat ditemui di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026.

Melalui strategi tersebut, ekonomi Jawa Tengah terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Data mencatat perekonomian provinsi ini sukses tumbuh 5,89 persen atau melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

Pemprov Jateng juga membukukan realisasi investasi gemilang sebesar Rp110,02 triliun sepanjang tahun 2025, dan sukses menembus Rp23 triliun pada triwulan I-2026. Capaian ini secara langsung berdampak pada penurunan angka kemiskinan daerah dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen.

“Serapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 92 ribu pada triwulan I-2026. Investasi di Jawa Tengah didominasi oleh padat karya,” ucap dia.

Luthfi menegaskan bahwa rentetan prestasi ini tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor. Pemprov Jateng terus menggandeng pemerintah pusat, jajaran kabupaten/kota, perguruan tinggi, sektor perbankan, hingga perusahaan swasta untuk menggerakkan roda ekonomi.

Ia juga menyoroti peran vital masyarakat dan media massa dalam menyumbangkan kritik serta saran terkait arah pembangunan Jawa Tengah. Pemerintah menganggap kritik konstruktif sebagai alat koreksi yang sangat penting untuk mengevaluasi kinerja aparatur daerah.

Sebagai informasi tambahan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah meninjau langsung kinerja keuangan Jawa Tengah. Saat berkunjung ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I, ia memuji ketangguhan kinerja APBD Jawa Tengah dalam menghadapi hantaman krisis global.

Purbaya merinci bahwa pos pendapatan daerah Jawa Tengah sepanjang Semester I-2026 telah terealisasi sebesar 46,56 persen dari total target. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) sebesar 13,33 persen. Di sisi lain, Pemprov Jateng juga sukses merealisasikan belanja negara hingga mencapai 52,06 persen dari target pemerintah.

“Hal itu menunjukkan peran APBN yang tetap optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” kata Purbaya, Jumat, 3 Juli 2026.

Menkeu menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di angka 5,89 persen mencerminkan tingginya ketahanan ekonomi daerah. Tingginya aktivitas industri, lalu lintas perdagangan, serta berbagai program produktif pemerintah daerah sukses menopang pencapaian ini. Postur APBN yang semakin sehat seiring pesatnya industri di Jawa Tengah turut mendukung perbaikan ekonomi tersebut.

“Kami akan terus berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ucap Purbaya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA