Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut hangat Bikkhu Thudong 2026 di Semarang. NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut kedatangan belasan bikkhu yang tengah menjalani perjalanan spiritual (Thudong) di Kota Semarang pada Senin, 25 Mei 2026. Rombongan bikkhu dari berbagai daerah di Indonesia ini hadir secara khusus untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.
Dalam perjalanannya, para bikkhu berjalan kaki menempuh rute dari Candi Sima di Jepara menuju Candi Sewu di Klaten. Kegiatan spiritual ini merupakan rangkaian persiapan menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2026, yang puncak acaranya akan tetap berpusat di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Taj Yasin menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan spiritual umat Buddha ini. Ia menilai, tradisi Thudong menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Indonesia bisa hidup harmonis berdampingan di tengah keberagaman. Apalagi, warga Jawa Tengah juga selalu antusias dan menyambut hangat para bikkhu di setiap daerah yang mereka lewati.
“Kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap ini menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa manusia pada hakikatnya menjalankan perintah Tuhan menuju ketaatan dan kebersamaan,” katanya.
Taj Yasin juga menyoroti kuatnya semangat gotong royong dan toleransi selama prosesi Thudong berlangsung. Keterlibatan para relawan lintas agama yang turut mengawal rombongan semakin menegaskan kokohnya nilai persaudaraan di Jawa Tengah.
“Kita bisa melihat Thudong ini ada kebersamaan yang kuat. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar, nyaman, dan tanpa halangan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Pada kesempatan yang sama, Bikkhu Nyanakaruno Mahathera menjelaskan bahwa Thudong lebih dari sekadar ritual keagamaan. Para bikkhu juga mengemban misi suci untuk mewujudkan praktik perdamaian secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perjalanan perdamaian ini bukan sekadar slogan. Kami ingin toleransi benar-benar dibangun melalui kekuatan spiritual yang baik,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Bikkhu Nyanakaruno Mahathera sangat berharap Jawa Tengah bisa terus mempertahankan kedamaiannya dan tampil sebagai provinsi percontohan untuk praktik toleransi di Indonesia.
Sebagai informasi, total ada 16 bikkhu yang berpartisipasi dalam Thudong tahun ini. Mereka berjalan kaki sejauh 220 hingga 250 kilometer selama 11 hari penuh. Para peserta Thudong ini berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Jepara, Mojokerto, Banyumas, Medan, hingga Papua.
Sepanjang rute perjalanan, rombongan bikkhu melintasi berbagai wilayah di Jawa Tengah, meliputi Welahan, Demak, Semarang, Salatiga, Boyolali, dan berakhir di Klaten. Mereka juga memiliki jadwal untuk singgah, beristirahat, dan menghabiskan malam bersama warga lokal di beberapa titik pemberhentian. (*)