Borobudur Marathon 2026 Siapkan Kuota 12.500 Pelari, Pemprov Jateng Targetkan Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar

waktu baca 4 menit
Kamis, 9 Jul 2026 11:21 40 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Ajang lari bergengsi Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026 kembali membuka peluang emas bagi para pelari. Kompetisi kaliber internasional ini siap memanjakan peserta untuk merasakan langsung sensasi berlari melintasi kawasan eksotis Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Merayakan satu dekade eksistensinya sejak pertama kali menggebrak pada 2017, pihak penyelenggara resmi menambah kuota peserta hingga 12.500 orang. Angka ini meningkat signifikan jika membandingkannya dengan daya tampung tahun lalu yang hanya memfasilitasi 11.500 pelari.

Panitia akan membuka jalur pendaftaran BJBM 2026 mulai 10 Juli 2026 menggunakan sistem undian atau ballot. Mengusung tema besar “Decade of Legacy”, penyelenggara siap menggelar ajang olahraga akbar ini pada 15 November 2026 mendatang. Mereka menyajikan tiga nomor lomba utama, yakni 10 kilometer (10K), half marathon (21 kilometer), dan marathon penuh (42 kilometer).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memaparkan alasan di balik penambahan kuota tersebut. Pemerintah dan penyelenggara ingin memberikan kesempatan yang jauh lebih luas kepada para pelari yang selama ini kerap kehabisan slot pendaftaran.

“Tahun 2026 ini dibuka pesertanya 12.500,” kata Sumarno seusai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam peluncuran BJBM 2026 di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu malam, 8 Juli 2026.

Sumarno menilai Borobudur Marathon kini telah berevolusi melampaui sekadar ajang perlombaan lari biasa. Pemprov Jawa Tengah telah menjadikan kompetisi ini sebagai strategi andalan untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, memajukan sektor sport tourism (wisata olahraga), dan memacu pergerakan roda ekonomi masyarakat lokal.

Ia sangat berharap para pelari tidak datang sendirian, melainkan memboyong keluarga mereka untuk berwisata menjelajahi pesona Borobudur. Langkah ini akan menyebarkan manfaat ekonomi secara merata kepada para pelaku UMKM, pengusaha hotel, pemilik restoran, penyedia homestay, hingga warga sekitar. Sebagai gambaran, total perputaran uang pada penyelenggaraan edisi 2025 lalu sukses menembus angka Rp67 miliar.

“Kami berharap mudah-mudahan (tahun ini) bisa tembus Rp100 miliar,” tandasnya.

Bagi Sumarno, warisan paling berharga dari satu dekade perjalanan Borobudur Marathon bukanlah sekadar deretan angka keuntungan ekonomi. Ia justru lebih mengapresiasi tumbuhnya rasa memiliki yang sangat kuat dari masyarakat sekitar terhadap kelangsungan acara tahunan ini.

Ia pun bernostalgia mengingat masa-masa awal pengelolaan acara pada 2017 silam. Saat itu, keterlibatan masyarakat desa masih tergolong minim. Namun saat ini, ribuan warga lokal justru tampil sebagai elemen terpenting yang menghidupkan kemeriahan Borobudur Marathon dengan terus meneriakkan dukungan heroik di sepanjang rute lintasan.

“Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga agar event ini tetap berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa kesuksesan menjaga muruah Borobudur Marathon hingga satu dekade penuh murni merupakan hasil kolaborasi solid dari berbagai pihak.

Ia meyakini ajang ini kini telah menjelma menjadi salah satu kompetisi lari paling bergengsi di kancah nasional. Event ini terbukti menyuplai keuntungan luar biasa bagi kemajuan sektor pariwisata, industri perhotelan, sentra kuliner, dan ekosistem UMKM.

Menyambut perhelatan tahun ini, pihak sponsor kembali menghadirkan program kuliner unggulan bertajuk “Bank Jateng Pawone”. Pihaknya telah mengurasi dan melibatkan lebih dari 70 UMKM lokal terbaik untuk menyuguhkan aneka hidangan tradisional bagi para pelari.

Bambang menambahkan bahwa Bank Jateng juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program Bank Jateng Young Talent. Inisiatif ini berfungsi sebagai wadah pembinaan strategis bagi bibit-bibit pelari muda berbakat di Tanah Air.

“Kami memiliki pelari-pelari muda yang kita harapkan bisa ikut partisipasi dan mudah-mudahan bisa menjadi atlet-atlet yang berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An, kembali membeberkan visi luhur organisasinya. Sejak awal mula menyelenggarakan acara, ia memiliki cita-cita utama untuk menebar manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Borobudur.

Ia menilai bahwa dampak positif yang masyarakat rasakan saat ini merupakan bukti sahih keberhasilan visi tersebut. Borobudur Marathon telah berhasil tumbuh menjadi aset milik bersama yang selalu mendatangkan keuntungan riil bagi kehidupan lingkungan setempat.

Di sisi lain, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menuturkan bahwa Borobudur Marathon kini menempati daftar puncak kompetisi yang paling para pelari tunggu-tunggu. Sebagai gambaran kemegahan kompetisi, pelari dari 39 negara berbeda membanjiri perlombaan tahun lalu, sementara sekitar 10.000 warga lokal tumpah ruah menyorakkan semangat di pinggir jalan.

Adi memandang tingginya antusiasme masyarakat akar rumput inilah yang menjadi daya pikat utama sekaligus pembeda eksklusif antara Borobudur Marathon dan ajang lari lainnya. Riuhnya dukungan warga yang menyesaki zona-zona cheering sukses membuat para pelari membawa pulang memori tak terlupakan yang selalu memanggil mereka untuk kembali berlaga.

Menyemarakkan perayaan satu dekadenya, Borobudur Marathon siap menghadirkan kejutan istimewa bagi para pelari setia. Panitia telah merancang medali apresiasi khusus bagi peserta yang sukses membuktikan loyalitasnya dengan menuntaskan lomba setidaknya lima kali, termasuk pada edisi 2026 ini.

Medali prestisius tersebut akan menjadi simbol sejarah perjalanan panjang Borobudur Marathon. Cinderamata ini sekaligus mewakili wujud penghormatan tertinggi panitia bagi para pelari yang selalu setia memahat jejak keringat mereka dalam ajang kebanggaan Jawa Tengah ini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA