Brasil Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Menang Dramatis atas Jepang

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 14:27 50 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gabriel Martinelli tampil sebagai pahlawan bagi tim nasional Brasil. Penyerang lincah ini mencetak gol penentu pada detik-detik akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang. Kemenangan di Houston Stadium pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 ini sukses membawa Tim Samba melangkah ke fase gugur selanjutnya.

Brasil kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar. Mereka akan menantang pemenang laga antara Pantai Gading kontra Norwegia pada 5 Juli mendatang di New York New Jersey Stadium. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, sebelumnya memang meminta para pemain untuk meredam perlawanan Samurai Biru dengan mengandalkan pikiran jernih dan hati.

Jepang sebenarnya sempat mengejutkan publik Houston Stadium. Skuad asuhan Hajime Moriyasu ini berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol indah Kaishu Sano pada menit ke-29. Gelandang ini cerdik memanfaatkan umpan matang, menembus celah pertahanan Brasil, dan melepaskan tembakan kaki kanan yang berbuah gol pertamanya untuk timnas Jepang.

Namun, Brasil menolak menyerah begitu saja. Tim Amerika Selatan ini terus melancarkan serangan balasan untuk menyamakan kedudukan. Kerja keras mereka membuahkan hasil saat Casemiro mencetak gol lewat sundulan keras pada menit ke-56. Gelandang bertahan ini sukses menuntaskan umpan akurat dari Gabriel Magalhaes.

Vinicius Junior nyaris membalikkan keadaan tidak lama setelah gol Casemiro. Beruntung bagi Jepang, kiper Zion Suzuki tampil gemilang menepis bola hingga membentur tiang.

Kebuntuan Brasil akhirnya pecah pada masa injury time (90+5′). Bruno Guimaraes mengirim umpan terukur kepada Gabriel Martinelli yang langsung menaklukkan Suzuki. Gol ini memicu sorak-sorai meriah penonton di Space City, sekaligus menjadi gol kelima Martinelli untuk timnas Brasil (dan yang ketiga di Amerika Serikat).

“Saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan di hati saya. Melihat semua suporter berdiri, orang tua saya, teman-teman saya… saya tidak bisa menjelaskannya. Setelah bola membentur tiang, saya tahu saya akan mendapatkan peluang lagi. Sejujurnya saya benar-benar kehabisan kata-kata. Saya hanya senang bisa membantu tim, entah bermain di sisi kiri ataupun di tengah. Yang terpenting adalah membantu tim,” ucap Gabriel Martinelli, penyerang Brasil.

“Kami tidak kehilangan kesabaran. Kami memiliki banyak opsi, baik di lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah. Mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi. Saya menyimpan Neymar untuk babak tambahan waktu. Dia akan masuk pada menit ke-105 jika kami belum mencetak gol kedua. Saya tidak ingin mengubah struktur permainan karena tim bermain dengan baik,” jelas Carlo Ancelotti.

“Kekuatan terbesar tim adalah mentalitas kami. Kami terus menekan di area pertahanan lawan. Di Piala Dunia, sangat penting menghargai para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Endrick masuk dan bermain sangat baik hari ini, Martinelli juga pemain hebat, dan Rayan mampu menggantikan peran Raphinha dengan sangat baik. Itulah semangat kami, dan inilah skuad untuk menjuarai Piala Dunia,” tegas Casemiro.

Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan langkah impresif Jepang. Sang pelatih, Hajime Moriyasu, menyampaikan rasa sedihnya setelah timnya harus pulang lebih awal.

“Saya sangat kecewa karena kami harus mengakhiri perjalanan di turnamen ini pada tahap ini, tetapi para pemain telah memberikan segalanya hari ini, seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai titik ini. Staf pelatih juga bekerja tanpa lelah untuk mendukung para pemain. Saat ini saya sangat terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki, tetapi saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi tim yang lebih kuat lagi,” tutur Hajime Moriyasu.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA