NALARMEDIA.COM – Chief Executive Officer (CEO) BlackRock, Larry Fink, mengingatkan pentingnya mengombinasikan kebiasaan menabung dengan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Menurutnya, hanya mengandalkan tabungan berisiko membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan saat memasuki masa pensiun.
Dalam surat tahunannya kepada pemegang saham yang dikutip Yahoo Finance, Larry Fink menyebut masih banyak masyarakat yang memilih menyimpan uang di rekening tabungan dibandingkan menginvestasikannya pada instrumen yang berpotensi memberikan pertumbuhan nilai aset.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan besar yang kerap luput dari perhatian. Di tengah meningkatnya inflasi, biaya kesehatan, dan usia harapan hidup, dana yang hanya disimpan di tabungan berpotensi kehilangan daya beli seiring waktu.
Menurut Fink, investasi menjadi salah satu cara agar aset dapat berkembang dan membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan finansial ketika tidak lagi produktif bekerja.
Selain itu, perubahan struktur demografi dunia juga menjadi tantangan baru. Populasi lanjut usia terus bertambah, sementara dukungan sistem pensiun di banyak negara semakin terbatas sehingga masyarakat perlu mempersiapkan dana pensiun secara mandiri.
Fink menjelaskan perkembangan teknologi kini membuat investasi jauh lebih mudah dijangkau. Berbagai instrumen seperti reksa dana, saham, maupun ETF dapat diakses melalui platform digital dengan modal yang relatif terjangkau.
Ia menekankan bahwa semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin besar peluang memperoleh manfaat dari pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang melalui efek compound interest atau bunga majemuk.
Meski demikian, setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, masyarakat tetap disarankan memahami profil risiko, tujuan keuangan, dan memilih produk investasi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing sebelum berinvestasi.(**)