Delegasi IVCA 2026 dari 40 Negara Terpukau dengan Keramahan Warga Jateng di Klaten

waktu baca 4 menit
Kamis, 21 Mei 2026 20:03 18 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen, sangat menikmati pengalaman bersepeda menyusuri indahnya kawasan pedesaan di sekitar Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Sambil mengayuh sepeda onthel klasik Gazelle, ia merasa takjub melihat keramahan warga lokal yang antusias melambaikan tangan sambil memberikan sorakan penyemangat.

“Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan “semangat”, itu benar-benar menyenangkan,” tuturnya di sela-sela pergelaran The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di Prambanan, Klaten, pada Kamis (21/5/2026).

Marc bahkan berjanji akan membagikan cerita kepada masyarakat Belanda bahwa bersepeda di Prambanan adalah ide liburan yang sangat menarik. Ia juga menyarankan pemerintah daerah setempat untuk menambah lebih banyak jalur khusus sepeda. Langkah ini bertujuan menarik lebih banyak wisatawan agar mereka bisa menikmati rute bersepeda yang lebih bervariasi.

“Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisaya yang dikembangkan,” ujarnya.

Duta Besar Jerman, H.E. Ralf Beste, yang turut serta dalam acara tersebut juga menyampaikan kekaguman serupa. Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat tersebut.

Ia melihat kawasan sekitar Candi Prambanan memiliki potensi pariwisata luar biasa yang bisa masyarakat kembangkan melalui budaya bersepeda.

“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dan dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini,” ungkapnya.

Ralf Beste juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai membangun kota yang ramah bagi pesepeda. Selain menyehatkan, menggunakan sepeda onthel tentu jauh lebih hemat biaya jika membandingkannya dengan sepeda motor.

Merespons antusiasme para tamu mancanegara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya penyelenggaraan acara bersepeda di Klaten ini.

“Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah,” ungkap Sumarno saat asyik mengayuh sepeda klasik Fongers keluaran tahun 1940-an.

Sumarno menaruh harapan besar agar kehadiran delegasi mancanegara di ajang IVCA 2026 mampu mendongkrak roda perekonomian warga Prambanan. Para peserta tentu akan membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan konsumsi, kuliner, maupun suvenir lokal.

“Itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengungkapkan rasa bangganya karena Klaten terpilih sebagai tuan rumah pergelaran internasional ini. Apalagi, acara bergengsi ini mengundang perwakilan dari 40 negara dan mendapat kehormatan dengan kehadiran langsung Duta Besar Belanda dan Jerman.

“Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini,” ujarnya.

Hamenang sepakat dengan pandangan Sumarno bahwa kegiatan semacam ini memberikan segudang manfaat bagi daerah. Manfaat utamanya adalah menjadikan ajang ini sebagai sarana promosi jitu untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah ke kancah internasional.

Momentum ini sekaligus bisa masyarakat manfaatkan untuk membangkitkan kembali tren bersepeda di tengah lonjakan harga BBM dunia akibat ketidakstabilan global. Bersepeda bisa menjadi salah satu solusi efektif untuk menyiasati kondisi tersebut.

“Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilometer putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, datang ke rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda,” urainya.

Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu, turut memaparkan bahwa perhelatan kali ini melibatkan sekitar 100 peserta IVCA yang mewakili 40 negara berbeda. Mereka berkeliling menggunakan sepeda klasik untuk menjelajahi keindahan desa-desa di wilayah Prambanan.

Konvoi para pencinta sepeda onthel IVCA 2026 ini sontak menarik perhatian warga desa di sekitar kawasan Prambanan. Masyarakat tampak sangat antusias menyambut dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung di setiap titik perhentian.

Ketika rombongan tiba di Desa Kemudo, para peserta IVCA 2026 langsung mendapat suguhan istimewa berupa alunan musik gamelan, kuliner lokal, tarian daerah, hingga pertunjukan permainan tradisional. Para pejabat yang hadir, termasuk Duta Besar, Sekda, dan Bupati, bahkan ikut mencoba keseruan membatik dengan melukiskan goresan unik di atas lembaran kain.

Rangkaian acara IVCA 2026 rencananya akan terus berlanjut hingga Minggu, 24 Mei 2026. Para peserta nantinya akan membaur bersama kurang lebih 15 ribu warga yang datang dari berbagai pelosok Jawa Tengah. Mereka memiliki agenda untuk mengayuh sepeda bersama menyusuri pedesaan sekitar Prambanan dengan menempuh rute sejauh kurang lebih 26 kilometer.

LAINNYA