Dinkes Intensifkan Program Jalan Kaki untuk Tekan Kasus Penyakit Tidak Menular

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 08:22 5 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang terus mengampanyekan budaya jalan kaki sebagai langkah preventif untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang terus meningkat di masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif menjalani pola hidup sehat di tengah aktivitas modern yang cenderung minim gerak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Aktivitas tersebut dinilai efektif membantu menjaga kebugaran, memperbaiki sirkulasi darah, hingga mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan gangguan jantung.

Menurutnya, saat ini kasus penyakit tidak menular tidak hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi itu dipicu gaya hidup masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik serta tingginya kebiasaan duduk dalam waktu lama.

Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat membiasakan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Selain mudah dilakukan, olahraga ringan tersebut juga tidak membutuhkan biaya besar sehingga dapat diterapkan oleh seluruh kalangan masyarakat.

Program jalan kaki tersebut turut menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terus digalakkan Pemerintah Kota Semarang. Edukasi dilakukan melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosialisasi, hingga kampanye hidup aktif di lingkungan masyarakat maupun instansi pemerintahan.

Dinas Kesehatan berharap kebiasaan berjalan kaki dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan sejak dini. Selain rutin berolahraga, masyarakat juga diimbau menjaga pola makan sehat, mengurangi konsumsi gula dan garam berlebih, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Semarang optimistis angka penyakit tidak menular dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (*)

LAINNYA