Dua Warga Terdampak Musibah, Pemkot Semarang Salurkan Bantuan Darurat

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 17:35 25 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran dan rumah roboh di Kelurahan Kaligawe dan Kelurahan Krobokan.

Melalui Dinas Sosial, bantuan kebutuhan dasar diserahkan sebagai bentuk respons tanggap pemerintah atas musibah yang dialami warga.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaedi, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan arahan langsung Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng agar warga yang tertimpa bencana segera mendapatkan pendampingan.

“Ibu Wali Kota meminta kami segera turun tangan membantu warga. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi musibah sendirian,” ujar Agus, Selasa (10/2).

Bantuan diberikan kepada Shanti, warga Sawah Besar Gang XI RT 08 RW 05, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, yang dapur rumahnya terbakar. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada Bambang Rusdiyono, warga Jalan Wiroto Raya Nomor 38 RT 03 RW 07, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, yang rumahnya roboh karena kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Agus menjelaskan, jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban. Di antaranya berupa peralatan dapur, kasur lipat, kasur gulung, selimut, dan paket sembako.

“Kejadian di Kaligawe memang hanya mengenai dapur, tetapi tetap menjadi perhatian kami. Sementara di Krobokan, rumah roboh sehingga bantuan difokuskan pada kebutuhan tempat istirahat dan perlengkapan dasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan disalurkan setelah adanya laporan dari tingkat RT dan RW yang diteruskan ke kelurahan. Setelah laporan diterima, Dinas Sosial langsung melakukan pengecekan lapangan dan menyiapkan bantuan.

“Begitu laporan masuk, kami segera verifikasi dan langsung tindak lanjuti. Prosesnya tidak berlarut-larut,” katanya.

Agus menegaskan, Dinas Sosial memiliki peran dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga terdampak bencana, baik kebakaran, banjir, rumah roboh, maupun kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila ada warga yang mengalami musibah. Prosedur pengajuan bantuan, menurutnya, cukup sederhana dan bisa dilakukan secara berjenjang melalui RT, RW, hingga kelurahan.

“Bisa diawali dengan laporan melalui telepon, administrasi bisa menyusul. Yang penting ada laporan dan dokumentasi kejadian,” ujarnya.

Bahkan dalam kondisi mendesak, bantuan dapat langsung dikirimkan sembari melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan berkas pendukung lainnya.

“Dalam situasi darurat, keselamatan dan kebutuhan warga menjadi prioritas. Administrasi bisa dilengkapi kemudian,” pungkasnya. (*)

LAINNYA