Festival Kota Lama Semarang 2026 Hadirkan 40 Atraksi Budaya Spektakuler, Siap Sambut MTQ Nasional

waktu baca 4 menit
Rabu, 2 Sep 2026 13:19 21 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang bersiap menyulap diri menjadi panggung seni dan budaya nan megah sepanjang bulan September 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sengaja memperpanjang durasi pergelaran Festival Kota Lama demi memanjakan para wisatawan sekaligus menyambut kedatangan ribuan tamu agung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI.

Melalui komando Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkot Semarang akan menggulirkan Festival Kota Lama 2026 mulai 4 hingga 20 September 2026. Untuk edisi spesial tahun ini, panitia penyelenggara mengusung tema besar bertajuk Unity in Diversity atau Bhinneka Tunggal Ika.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk menambah durasi festival menjadi lebih panjang dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Strategi perpanjangan waktu ini bertujuan untuk menyuguhkan lebih banyak variasi atraksi hiburan bagi masyarakat lokal maupun delegasi MTQ yang singgah di Kota Semarang.

“Alhamdulillah Festival Kota Lama akan kembali kita gelar tahun ini. Rangkaiannya cukup panjang karena kita juga menyambut tamu-tamu MTQ Nasional yang mulai dilaksanakan pada 11 September,” ujar Indriyasari.

Indriyasari memaparkan, panitia tidak memusatkan kemeriahan acara hanya pada satu panggung utama. Pemkot Semarang telah meracik berbagai pertunjukan menarik yang meleburkan keindahan seni tradisional, musik kontemporer, bazar kuliner, hingga ragam aktivitas wisata jelajah kawasan peninggalan sejarah.

Pengunjung nantinya bisa menikmati sederet agenda andalan nan ikonis, meliputi Pasar Malam Sentiling, Heritage Walk, Orchestra on the Street, Jazz Kota Lama, Festival Folklor, hingga pertunjukan Wayang on the Street.

Menyoroti agenda folklor, Indriyasari memastikan bahwa festival ini siap menampilkan sekitar 40 atraksi seni budaya lintas daerah selama dua hari penuh. Para seniman yang memanaskan panggung acara tidak melulu berasal dari Kota Semarang, melainkan turut mengundang delegasi dari berbagai penjuru daerah.

“Untuk folklor sudah terdaftar kurang lebih 40 penampil yang akan kita tampilkan selama dua hari. Bahkan dari Malaysia juga sudah mendaftar untuk ikut bergabung,” katanya.

Kehadiran peserta lintas daerah dan negara ini semakin mengukuhkan identitas Festival Kota Lama sebagai ruang perjumpaan budaya yang inklusif. Tema Unity in Diversity memancarkan pesan moral yang kuat bahwa perbedaan latar belakang budaya justru bertransformasi menjadi kekuatan pemersatu dalam sebuah perayaan.

Tidak berhenti pada pertunjukan seni reguler, Pemkot Semarang secara khusus juga menyiapkan Kirab Dugder untuk menyambut rombongan tamu MTQ Nasional. Panitia mengemas kirab pelestari tradisi ini dengan konsep yang lebih padat, merancang rute arak-arakan budaya dari kawasan Masjid Kauman hingga bermuara di pusat Kota Lama.

“Karena menyambut tamu MTQ Nasional, akan ada Kirab Dugder untuk mengenang tradisi Dugder. Konsepnya lebih kecil, mulai dari Kauman sampai kawasan Kota Lama,” jelas Indriyasari.

Agenda budaya lainnya juga dipastikan bakal menghidupkan suasana eksotis kawasan tersebut. Panitia akan menyuguhkan Wayang on the Street dengan gaya berbeda, di mana prosesi kirab akan mengawali acara sebelum sang dalang memainkan lakonnya. Sementara itu, Pasar Malam Sentiling siap memanjakan pengunjung dengan ragam kuliner legendaris sembari menikmati syahdunya panorama gedung-gedung berarsitektur kolonial.

Indriyasari meyakini pergelaran festival akbar ini akan mendongkrak daya tarik wisata Kota Semarang secara eksponensial. Ia menilai kawasan ikonis ini pada dasarnya selalu sukses menyedot lautan pengunjung pada hari-hari biasa, terlebih saat pemerintah membumbuinya dengan atraksi festival bergengsi.

“Kita tahu Kota Lama tanpa festival saja sudah ramai dan masyarakat sudah antusias. Karena itu, kita ingin mereka menikmati festival ini sekaligus menunjukkan bahwa Semarang bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Ia sangat berharap seluruh rangkaian acara budaya ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Harapan ini sangat beralasan mengingat jadwal festival beririsan langsung dengan lonjakan volume kunjungan wisatawan luar daerah dan kedatangan kafilah MTQ Nasional.

“Kita ingin menyajikan atraksi yang menarik dari Kota Semarang. Harapannya para tamu dan wisatawan bisa ikut menikmati, sehingga mereka melihat bahwa Semarang memang berbeda dan spesial,” katanya.

Reputasi gemilang Festival Kota Lama juga sukses membawanya masuk ke dalam jajaran agenda pariwisata prioritas skala nasional. Indriyasari membanggakan status Festival Kota Lama yang konsisten menembus kurasi ketat kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

“Festival Kota Lama sebenarnya sudah lama masuk dalam kalender event tingkat nasional atau Karisma Event Nusantara. Jadi nanti juga ada dukungan dari Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA