Gerindra Semarang Soroti Wacana Percepatan Politik Budi Arie, Nunung Sriyanto : Jangan Bikin Gaduh

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Agu 2026 09:26 22 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya dinamika politik lebih cepat dari Pemilu 2029 mendapat perhatian dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang, Nunung Sriyanto.

Nunung meminta agar wacana mengenai kemungkinan percepatan politik tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi yang justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintahan yang berjalan saat ini memiliki dasar konstitusional yang jelas. Karena itu, setiap dinamika politik harus tetap mengacu pada ketentuan hukum dan konstitusi.

“Jangan sampai pernyataan seperti itu membuat gaduh di masyarakat. Pemerintahan saat ini berjalan sesuai dengan konstitusi, semua sudah ada aturannya,” kata Nunung.

Ia menilai pernyataan terkait arah politik nasional perlu disampaikan secara bijak, terutama oleh para tokoh yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.

Nunung menegaskan, pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran. Menurutnya, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi selama disampaikan secara konstruktif dan tidak diarahkan untuk menciptakan keresahan.

“Pemerintah tentu terbuka terhadap kritik dan saran. Tetapi jangan sampai kemudian membuat masyarakat menjadi gaduh,” ujarnya.

Soroti Program Pemerintahan Prabowo

Di tengah munculnya berbagai wacana politik nasional, Nunung juga mengingatkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang menjalankan sejumlah program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih sebagai beberapa program yang dinilai memiliki tujuan positif bagi masyarakat.

“Pemerintahan saat ini juga mempunyai sisi baik, seperti program MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.

Menurut Nunung, program-program tersebut perlu diberikan kesempatan untuk berjalan dan dievaluasi berdasarkan pelaksanaannya. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat secara objektif manfaat maupun kekurangan dari setiap kebijakan pemerintah.

Ia berharap dinamika politik tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Menurutnya, hal yang lebih penting saat ini adalah memastikan pemerintahan berjalan efektif sehingga program yang ditujukan untuk masyarakat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

“Yang paling penting bagaimana pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan program-program yang menyentuh masyarakat bisa dirasakan manfaatnya,” katanya.

Budi Arie Singgung Percepatan Politik

Sebelumnya, Budi Arie Setiadi menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah forum bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Budi Arie membahas kemungkinan adanya “percepatan sejarah” dalam dinamika politik nasional. Ia menilai kondisi yang berkembang di masyarakat perlu menjadi perhatian karena arah politik nasional tidak selalu dapat diprediksi hanya berdasarkan kalender politik menuju Pemilu 2029.

Budi Arie juga menyinggung sejumlah gejolak di masyarakat, termasuk situasi yang terjadi di Pati dan Madura. Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi bagian dari variabel yang perlu diperhitungkan dalam membaca perkembangan politik nasional.

Ia bahkan mengaku memiliki “insting politik” mengenai kemungkinan terjadinya dinamika politik lebih cepat dari 2029. Budi Arie kemudian menyinggung kesiapan para relawan jika terjadi perubahan atau percepatan politik tersebut.

Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga menggunakan istilah “anomali” dan “patahan sejarah” untuk menggambarkan kemungkinan perubahan situasi politik yang berlangsung di luar skenario yang selama ini diperkirakan.

Meski demikian, pernyataan tersebut tidak serta-merta dapat diartikan sebagai kepastian bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berakhir sebelum 2029.

Pihak Projo juga memberikan penjelasan bahwa video yang beredar merupakan bagian dari pembahasan yang lebih panjang mengenai berbagai kemungkinan dinamika politik dan kondisi kebangsaan.

Wacana tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari kalangan politik. Nunung menilai perbedaan pandangan dan kritik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi seluruh pihak tetap perlu menjaga suasana politik agar tidak berkembang menjadi kegaduhan di tengah masyarakat.

Baginya, stabilitas pemerintahan dan keberlangsungan program yang menyentuh kepentingan masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama.(**)

LAINNYA