Gotong Royong, Temanggung Bantu Pemulihan Sekolah Pascabencana di Aceh Tamiang

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Jan 2026 12:10 38 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung menjadi salah satu daerah yang memprakarsai gerakan gotong royong antarpemerintah daerah untuk membantu pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, saat mendampingi kunjungan Bupati Temanggung, Agus Setyawan, Senin (26/1/2026).

Sepriyanto menjelaskan, Pemkab Temanggung menjadi daerah yang mengawali kegiatan pembersihan di tiga satuan pendidikan, yakni Sekolah Dasar Negeri Pahlawan, SD Negeri Upah, dan Taman Kanak-kanak Pahlawan. Aksi bertajuk “Temanggung Peduli Aceh Tamiang” ini diharapkan dapat mendorong daerah lain untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pemulihan.

“Temanggung menjadi salah satu inisiator yang memberi semangat bagi kami. Dukungan dari Bupati Temanggung dan masyarakatnya diharapkan bisa menginspirasi pemerintah daerah lain untuk bersama-sama bergotong royong,” ujar Sepriyanto.

Ia mengungkapkan, dari total 458 sekolah yang ada di Aceh Tamiang, sebanyak 389 satuan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP terdampak bencana hidrometeorologi. Sebagian besar sekolah mengalami kerusakan sarana dan prasarana yang memerlukan penanganan segera.

“Hampir seluruh sekolah berlumpur dan perabotannya rusak. Kami membutuhkan dukungan bersama agar pembersihan dan perbaikan bisa segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menjelaskan alasan fokus bantuan diarahkan ke sektor pendidikan. Menurutnya, dalam kondisi darurat pascabencana, sekolah kerap luput dari perhatian karena fokus bantuan biasanya tertuju pada kebutuhan pokok.

“Sering kali kita lupa bahwa ada sekolah yang tertimbun lumpur dan anak-anak yang kebingungan harus belajar di mana. Bantuan dari Temanggung ingin mengisi ruang yang jarang tersentuh itu,” tegasnya.

Agus menambahkan, perbaikan sekolah tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga berperan penting dalam pemulihan trauma anak-anak pascabencana. Lingkungan belajar yang bersih dan nyaman diyakini dapat mengembalikan semangat dan keceriaan para siswa.

“Trauma bencana bisa perlahan pulih ketika anak-anak kembali belajar bersama di kelas yang layak dan bersih. Kami hadir bukan sekadar membersihkan sekolah, tetapi ingin menghadirkan kembali senyum anak-anak,” pungkasnya. (***)

LAINNYA