
NALARMEDIA.COM – Tepat satu tahun kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2025–2030, berbagai capaian dan kemajuan berhasil ditorehkan.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga perguruan tinggi. Atas sinergi itu, Ahmad Luthfi memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dan perguruan tinggi terbaik dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2/2026).
Kategori kabupaten/kota terbaik diraih Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang. Sementara kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepada UNS Surakarta, Undip, UMK, UIN Walisongo, Unwahas, dan UMP.
“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, perlu adanya collaborative government (pemerintahan kolaboratif) yang harus kita ciptakan,” katanya.
Dalam setahun terakhir, Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi. Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi kembali menandatangani MoU, dan sekitar 123 lainnya akan menyusul.
Dari kolaborasi tersebut, sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, produktivitas padi mencapai 9,5 juta ton. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,37%, di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 9,39% dengan jumlah penduduk miskin 3,34 juta orang per September 2025. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 4,66%.
Realisasi investasi 2025 mencapai Rp88,50 triliun—tertinggi dalam 10 tahun terakhir—terdiri dari PMA Rp50,86 triliun dan PMDN Rp37,64 triliun. Sebanyak 105.078 proyek terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang.
“Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, ini untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tapi tidak menutup juga untuk padat modal,” katanya.
Pemprov Jateng juga mendorong kabupaten/kota memberi insentif bagi investor, termasuk relaksasi pajak bagi investasi yang mengedepankan ekonomi hijau. (*)