Imbas Kemarau Debit Air Turun 25 Persen, PDAM Semarang Terapkan Sistem Aliran Bergilir 12 Jam

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 13:47 7 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Menyusutnya debit air baku dari Bendungan Kalidoh, Bergas, Kabupaten Semarang, memaksa Perumda PDAM Tirta Moedal Kota Semarang memberlakukan sistem pengaliran air bergilir di sejumlah wilayah. Langkah darurat ini menjadi pilihan PDAM demi menjaga kesinambungan pasokan air bersih kepada pelanggan di tengah ancaman kemarau panjang.

Kepala Bagian Produksi I PDAM Tirta Moedal, Agung Purwantoro, membeberkan bahwa debit air dari sumber Kalidoh mengalami penurunan drastis hingga 143 liter per detik daripada kondisi normal.

“Sumber airnya memang dari Bendungan Kalidoh Kabupaten Semarang yang seharusnya memiliki kapasitas 460 liter per detik. Turun 143 liter per detik atau sekitar 25 persen dibandingkan kondisi normal,” jelas Agung di Kantor Pusat PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya, Rabu (16/9/2026).

Agung menjelaskan bahwa kekeringan akibat kemarau menjadi pemicu utama merosotnya debit air baku. Demi mencegah kelangkaan pasokan secara total di kawasan terdampak, pihak PDAM merombak ulang skema pembagian air.

Jika sebelumnya pelanggan menikmati pasokan nonstop selama 24 jam, kini mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal pengaliran berkala. PDAM menerapkan skema giliran 12 jam agar seluruh warga tetap mengantongi kuota air setiap harinya.

“Jadi kami terapkan giliran air, hanya mengalir 12 jam sehari dari sebelumnya mengalir nonstop 24 jam,” ujarnya.

Agung menggarisbawahi bahwa skema baru ini bukan bentuk pemutusan pelayanan. Pihaknya justru berupaya membagi pasokan air baku yang kian terbatas secara proporsional dan terukur.

“Langkah ini sebagai upaya optimalisasi distribusi agar debit yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan pelayanan pelanggan tetap berjalan,” katanya.

PDAM sebenarnya sempat merancang opsi ekstrem pengaliran dua hari sekali jika debit air merosot lebih parah. Namun, tim teknis yang terjun menguji kondisi lapangan menyimpulkan bahwa skema distribusi harian masih aman untuk mereka jalankan.

“Setelah dilakukan evaluasi dan pengoptimalan oleh tim teknik di lapangan, saat ini kami dapat menerapkan pola aliran selama 12 jam, sehingga pelanggan tetap memiliki kesempatan mendapatkan air setiap hari,” jelas Agung.

Pembagian jadwal sementara ini memfokuskan sasaran pada wilayah Semarang Selatan. Untuk Wilayah 1 terdiri dari Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif mengakses pasokan air mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Sebaliknya, Wilayah 2 yang membawahi Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul menerima giliran aliran air mulai malam hingga pagi hari, yakni pukul 19.00 WIB sampai 07.00 WIB.

“Pola ini merupakan bagian dari pengoptimalan sistem distribusi agar suplai air tidak berhenti secara bersamaan di seluruh wilayah,” terang Agung.

Sementara itu, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, meluruskan bahwa sumber air Kalidoh belum sepenuhnya mengering. Namun, penurunan debit yang lumayan drastis memaksa timnya untuk terus melakukan intervensi teknis di jaringan perpipaan. Mayang menambahkan, jajarannya rutin menyetel tingkat tekanan, debit, dan alur distribusi agar masyarakat dapat memanfaatkan setiap tetes air baku secara optimal.

“Kami juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sumber air, termasuk sumber yang terdampak pada aliran Bendungan Kalidoh dari sumber mata air di Kabupaten Semarang,” kata Mayang.

Mayang menegaskan bahwa kebijakan aliran air bergilir ini tidak bersifat permanen. PDAM siap mengembalikan skema distribusi normal setelah debit mata air kembali pulih dan stabil.

“Prinsip kami adalah mengoptimalkan setiap debit air yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Mengingat musim kemarau yang belum usai, PDAM mengimbau seluruh pelanggan untuk menyetop pemborosan air. Pihaknya menyarankan warga terdampak langsung untuk sigap menampung air saat jadwal giliran tiba.

“Kami tetap mengimbau pelanggan meggunakan air secara bijak dan memanfaatkan waktu ketika aliran tersedia untuk melakukan penampungan atau menandon air secukupnya,” tegas Mayang.

Sebagai penopang, PDAM Tirta Moedal turut menyiagakan armada bantuan tangki air bersih bagi warga yang membutuhkan. Tim darurat akan menyalurkan bantuan tangki berdasarkan prioritas dan situasi mendesak di lapangan.

“Memang kadang bantuan tangki air ini harus menunggu dulu beberapa waktu agar pasokan air bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat seluruhnya,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA