
NALARMEDIA.COM — Provinsi Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat diplomasi soft power Indonesia melalui kekayaan budaya, pariwisata, serta jejaring kerja sama internasional yang telah terjalin.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (6/4).
Menurut Heru, Jawa Tengah memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari produk budaya hingga sektor pariwisata yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun citra Indonesia di kancah global.
“Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat lengkap, baik dari sisi budaya, produk unggulan, maupun pariwisata,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dinilai aktif mempromosikan potensi daerahnya secara langsung. Upaya tersebut dianggap sejalan dengan strategi diplomasi yang tengah didorong oleh Kementerian Luar Negeri.
“Apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah sangat tepat. Kami akan mengakselerasi langkah tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Heru menyoroti kerja sama internasional yang telah dimiliki Jawa Tengah melalui skema sister province dan sister city dengan sejumlah wilayah di luar negeri. Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama di masa mendatang.
“Kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan semakin mudah, baik untuk promosi maupun pengembangan kapasitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa diplomasi soft power menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya yang adiluhung, harmonis, dan damai.
Menurutnya, Indonesia perlu dikenal dunia bukan hanya dari kekuatan politik atau pertahanan, tetapi juga dari kekayaan budaya yang dimiliki.
“Jawa Tengah memiliki nilai-nilai tersebut, sehingga sangat mendukung penguatan diplomasi soft power Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif arahan dari Kementerian Luar Negeri terkait penguatan diplomasi soft power. Ia menilai, hal tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong investasi di Jawa Tengah.
“Ini menjadi peluang yang baik, terutama jika Kementerian Luar Negeri dapat menjembatani pengembangan investasi, baik di sektor budaya, perdagangan, maupun pariwisata,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dalam memanfaatkan jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Selain itu, dukungan dari diaspora Indonesia juga dinilai penting dalam memperluas promosi produk unggulan daerah, khususnya produk UMKM yang telah menembus pasar ekspor, agar semakin berkembang di pasar global. (*)