Bank Indonesia Luncurkan Buku Pedoman untuk Tingkatkan Produktivitas Padi dan Ketahanan Pangan NALARMEDIA.COM – Bank Indonesia bersama sejumlah pemangku kepentingan meluncurkan buku pedoman baru yang dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas tanaman padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Peluncuran dilakukan di Kota Semarang, Senin (9/2/2026).
Buku yang diberi judul Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) – Biochar ini disusun bersama Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro sebagai panduan bagi petani, pelaku usaha pertanian, serta pemangku kepentingan di sektor pangan.
Teknologi CSA–Biochar menjadi fokus utama dalam buku pedoman tersebut. Biochar adalah material padat kaya karbon yang dihasilkan dari pirolisis limbah biomassa, dan dimanfaatkan sebagai pembenah tanah untuk memperbaiki kualitas tanah serta mendukung pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Direktur Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung, menyatakan bahwa buku pedoman ini diharapkan menjadi referensi praktis dalam mengimplementasikan model bisnis pertanian berkelanjutan di berbagai wilayah, termasuk penerapan teknologi CSA yang mampu meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk dan air, serta memperbaiki produktivitas padi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menekankan bahwa peluncuran buku pedoman ini bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia juga mengatakan bahwa Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang perlu terus didorong produktivitasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi, menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan.
Buku pedoman ini dirancang sebagai arah dan panduan untuk menangani tantangan pertanian di tengah perubahan iklim dan keterbatasan lahan, serta diharapkan dapat direplikasi secara luas oleh kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan petani Indonesia. (*)