Kartini Masa Kini, Wali Kota Semarang Dorong Perempuan Berani Ambil Peran Strategis

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 09:51 10 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong perempuan untuk tampil sebagai agen perubahan yang aktif dalam pembangunan kota. Hal tersebut disampaikan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di Balaikota Semarang, Selasa (21/4), usai memimpin upacara.

Mengangkat tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi perempuan seperti GOW, PKK, serta jajaran kepala perangkat daerah. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa keberanian perempuan dalam menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.

“Pertanyaannya sekarang, wahai perempuan Kota Semarang, bisa tidak kita menjadi agen perubahan? Kalau bisa, maka kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalamannya saat memutuskan maju sebagai Wali Kota Semarang. Meski sempat diliputi keraguan, keyakinan dalam mengambil keputusan justru membuka jalan bagi dukungan yang lebih luas.

“Ketika saya memutuskan menerima, karena itu tugas dan saya harus menang, maka seluruh daya upaya dan lingkungan akan mendukung. Tapi kalau kita ragu, dukungan itu akan terbelah,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki sejumlah keunggulan seperti ketelitian, ketangguhan, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara optimal. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan keberanian untuk bertindak secara maksimal.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga berkomitmen menghadirkan ruang yang aman dan setara bagi perempuan, termasuk dalam kehidupan sosial sehari-hari di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu komunikasi dan pelecehan.

Sebagai bentuk nyata, Pemkot Semarang terus mengembangkan program pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui program “Waras Ekonomi”. Program ini ditujukan untuk mendorong pelaku UMKM, yang mayoritas perempuan, agar mampu naik kelas dan memiliki usaha yang berkelanjutan.

“Selama ini banyak bantuan sifatnya insidental. Ke depan, kita dorong agar produk UMKM bisa masuk ke sistem bisnis yang berkelanjutan, sehingga benar-benar mandiri,” jelasnya.

Peran perempuan juga terlihat dalam sektor kesehatan, khususnya melalui kader posyandu yang aktif di tingkat komunitas.

Agustina menambahkan, peringatan Hari Kartini tahun ini dikemas secara sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Namun demikian, penguatan peran perempuan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Semarang.

“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru kita fokus pada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui momentum Hari Kartini, ia berharap perempuan Kota Semarang semakin percaya diri, berani menyampaikan gagasan, serta mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan.

“Semua perempuan bisa menjadi Kartini masa kini. Dimulai dari berani berbicara, menyampaikan apa yang dirasakan, dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” pungkasnya. (*)

LAINNYA