Lari Sambil Berbagi, Rupiah Borobudur Playon 2026 Sumbangkan Rp600 Juta untuk Warga

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 10:18 43 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2026 terbukti tidak sekadar menjadi ajang kompetisi lari biasa. Event olahraga ini sukses memberikan manfaat dan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Panitia penyelenggara mengumpulkan seluruh dana pendaftaran dari para peserta dengan total lebih dari Rp600 juta. Mereka akan menyalurkan dana fantastis ini kepada 10 desa di kawasan Borobudur guna mendukung optimalisasi program pengelolaan sampah lingkungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Bank Indonesia (BI). Ia menilai BI berhasil meracik event tahunan Rupiah Borobudur Playon ini dengan memadukan unsur olahraga, pemberdayaan ekonomi warga, kampanye edukasi, hingga aksi kepedulian sosial.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Sumarno saat Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026).

Sumarno menegaskan bahwa manfaat kegiatan ini melampaui sekadar aspek kesehatan jasmani. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan event lari ini sebagai strategi jitu untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat sektor pariwisata olahraga (sport tourism).

“Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Sekda Jateng ini menjadikan Rupiah Borobudur Playon sebagai percontohan ideal tentang bagaimana sebuah event olahraga mampu menebar manfaat yang teramat luas. Selain sukses menggerakkan mesin pariwisata dan UMKM lokal, penyelenggaraan tahun ini juga membawa dampak sosial nyata lewat donasi dana pendaftaran peserta kepada warga sekitar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengonfirmasi komitmen sosial tersebut. Ia memastikan pihaknya akan mendonasikan seluruh uang hasil pendaftaran peserta yang menembus angka Rp600 juta untuk menyokong program pengelolaan sampah di 10 desa penyangga Candi Borobudur.

“Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah,” ujarnya.

Rangkaian acara ini tidak hanya menyajikan lomba lari 5K dan 10K. Panitia juga memfasilitasi puluhan UMKM binaan BI dan Pemprov Jateng, menggelar kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, edukasi perlindungan konsumen, sosialisasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga membuka operasi pasar murah bagi warga.

Noor mencatat lonjakan antusiasme masyarakat yang sangat signifikan terhadap ajang Rupiah Borobudur Playon. Ia membandingkan penyelenggaraan perdana pada tahun 2023 yang menarik sekitar 2.000 peserta, dengan edisi tahun ini yang sukses menyedot animo hingga 4.000 pelari dari berbagai penjuru daerah.

Jajaran petinggi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memanaskan antusiasme lomba ini. Gubernur Ahmad Luthfi turun langsung menjajal kategori lari 5 kilometer, sementara Sekda Sumarno sukses menaklukkan rute 10 kilometer bersama ribuan pelari lainnya.

Seorang pelari asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku ketagihan mengikuti Rupiah Borobudur Playon karena panitia selalu menawarkan suasana yang nyaman. Keikutsertaannya pada tahun ini menandai partisipasi ketiganya secara berturut-turut dalam ajang bergengsi tersebut.

“Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati event ini,” ujar Laras.

Laras menjadikan faktor kedekatan lokasi event dengan tempat tinggalnya sebagai alasan utama memilih Rupiah Borobudur Playon. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa daya tarik utama yang selalu memanggilnya kembali adalah atmosfer kawasan Borobudur yang sangat sejuk dan memanjakan mata.

“Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA