Melihat Lebih Dekat 8 Tim Perempat Finalis Piala Dunia 2026: Sejarah Baru Tanpa Brasil dan Jerman

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Jul 2026 13:53 43 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Piala Dunia 2026 kini memasuki babak krusial yang paling menentukan. Sebanyak 48 negara telah berjuang sejak awal kompetisi, namun saat ini hanya delapan tim yang berhasil bertahan. Kedelapan tim tersebut terus menjaga mimpi mereka untuk mengangkat trofi sepak bola paling bergengsi di dunia pada 19 Juli mendatang di Stadion New York/New Jersey.

Babak delapan besar ini menjanjikan empat pertandingan yang sangat sengit. Berdasarkan jadwal resmi, Prancis akan berhadapan dengan Maroko, sementara Spanyol bersiap menantang Belgia. Pada laga lainnya, Norwegia akan menghadapi Inggris, dan sang juara bertahan Argentina akan menguji kekuatan dari Swiss.

Menariknya, turnamen di Amerika Utara tahun ini benar-benar menciptakan sejarah baru yang mengejutkan publik. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, Jerman dan Brasil gagal melangkah ke babak perempat final secara bersamaan. Fakta ini menjadi penanda kuat adanya perombakan nyata dalam hierarki kekuatan sepak bola dunia.

Sepanjang sejarah turnamen, 10 dari 17 edisi Piala Dunia yang menerapkan format babak perempat final selalu menampilkan kedua raksasa tersebut secara bersamaan. Jerman memang pernah gagal mencapai fase delapan besar pada edisi 1938, 1950, 2018, dan 2022. Brasil juga pernah mengalami nasib serupa pada 1934, 1966, dan 1990.

Meski memiliki catatan kegagalan masing-masing, kedua tim kelas berat ini belum pernah tersingkir secara bersamaan sebelum turnamen mencapai tahapan delapan besar. Tumbangnya dua negara pemegang gelar terbanyak ini tentu membuka peluang emas bagi tim-tim lain untuk bersinar dan mengukir sejarah baru.

Kini, seluruh mata penggemar sepak bola dunia tertuju pada delapan negara tersisa. Babak perempat final akan segera bergulir, dan kedelapan tim siap bertarung habis-habisan demi mengamankan tiket menuju semifinal.

Selain perebutan trofi juara, perburuan gelar pencetak gol terbanyak atau Sepatu Emas (Golden Boot) juga semakin memanas. Babak perempat final selalu menjadi panggung pembuktian bagi para penyerang kelas dunia untuk menambah pundi-pundi gol mereka. Terlebih lagi, absennya negara langganan juara memberi ruang bagi wajah-wajah lama maupun baru untuk mendominasi papan skor.

Mesin gol Norwegia, Erling Haaland, menjadi salah satu kandidat kuat yang terus menyedot perhatian publik sejak fase grup. Striker bertubuh jangkung ini konsisten menebar ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan. Ia tentu siap tampil habis-habisan dan menambah koleksi golnya saat Norwegia menantang Inggris di babak delapan besar.

Namun, bintang utama Prancis, Kylian Mbappe, jelas tidak akan membiarkan persaingan ini berjalan mudah. Pemain yang sarat pengalaman di laga-laga krusial ini terus menunjukkan insting pembunuhnya di area penalti. Ia siap memanfaatkan laga melawan Maroko untuk terus memanjat daftar klasemen top skor sementara.

Di luar kedua nama tersebut, barisan penyerang tangguh dari Inggris, Spanyol, dan sang juara bertahan Argentina juga masih mengintai posisi puncak. Selisih angka yang sangat tipis antar pemain membuat persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 akan terus memberikan kejutan hingga partai final bergulir.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA