Menjembatani Teori dan Praktik Politik, FISIP Undip Sukses Gelar Bedah Buku Bersama Mohammad Saleh

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 15:28 7 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan acara bedah buku berjudul “Shortcut Teori‑Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” pada Jumat (22/5/2026). Berlangsung di Ruang Teater Gedung C FISIP Undip, acara ini memfasilitasi dialog interaktif antara akademisi dan praktisi untuk mengkaji relevansi teori politik dengan kondisi nyata di lapangan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, turut hadir sebagai salah satu pembahas utama dalam forum tersebut.

Saleh menggarisbawahi betapa pentingnya menyelaraskan teori politik dengan kenyataan praktik pemilu di Indonesia. Ia menilai konsep akademik dalam ilmu politik harus melangkah lebih jauh dan tidak sekadar berhenti sebagai bahan bacaan teoretis di kampus.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh dalam diskusi.

Lebih lanjut, Saleh menerangkan bahwa masyarakat kerap mengambil keputusan politik secara emosional, berbeda dengan penjabaran murni dari teori rasionalitas klasik. Berbagai aspek seperti emosi, kedekatan sosial, sampai dengan bingkai pemberitaan media sangat memengaruhi arah pilihan masyarakat.

Dia memandang fenomena politik masa kini, khususnya pada era digital menuntut pembaruan pendekatan teoretis supaya terus relevan dengan zaman. “Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” tambahnya.

Kemajuan teknologi digital juga menyita perhatian Saleh karena telah merombak lanskap perpolitikan secara signifikan. Media sosial, menurut penilaiannya, sudah mengubah metode para kandidat saat mereka membangun citra dan menjalin komunikasi dengan para pemilih.

“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.

Selain Mohammad Saleh, acara bedah buku ini juga menghadirkan Muhammad Adnan selaku penulis buku yang menguraikan inti pokok pemikirannya. Akademisi FISIP Undip, Wijayanto, juga hadir untuk mengupas tuntas dimensi politik dari kacamata digital.

Saat memberikan sambutan, Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, menyatakan acara ini adalah wujud nyata komitmen kampus untuk menghidupkan tradisi diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Para mahasiswa, akademisi, dan pengamat politik terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi. Mereka bersemangat membahas cara mengaplikasikan berbagai teori pilihan sebagai pisau analisis untuk membedah kondisi politik Indonesia kekinian.

Ke depannya, FISIP Undip berharap forum semacam ini mampu memperkokoh jembatan penghubung antara ranah akademik dan dunia politik praktis. Dengan demikian, semua pihak bisa menerapkan teori-teori tersebut secara langsung untuk menganalisis realitas demokrasi yang terus berubah.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA