Merbabu Skyrace 2026, Ribuan Pelari Lintas Negara Taklukkan Pesona Alam Gunung Merbabu

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 14:22 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Ajang lomba lari lintas alam berskala internasional, Merbabu Skyrace 2026, sukses menarik perhatian 2.700 pelari dari 14 negara. Kompetisi bergengsi ini berlangsung meriah selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu dan Minggu, 6-7 Juni 2026.

Para peserta yang hadir mewakili berbagai negara, mulai dari Indonesia, Australia, Mesir, Belanda, Kanada, Prancis, Jerman, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, hingga Vietnam. Penyelenggara membagi perlombaan ini ke dalam lima kategori tantangan, yaitu 5K, 10K, 20K, 40K, dan 50K. Seluruh pelari memulai (start) dan mengakhiri (finish) balapan mereka di Lapangan Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, secara resmi melepas peserta untuk kategori 40K dan 50K pada Sabtu (6/6/2026) dini hari tepat pukul 02.00 WIB.

Selanjutnya, pelari kategori 20K memulai langkah mereka pada pukul 05.00 WIB. Sementara itu, panitia menjadwalkan start untuk kategori 10K dan 5K pada hari Minggu (7/6/2026) masing-masing pada pukul 05.00 dan 06.00 WIB.

Dukungan Penuh untuk Sport Tourism Jawa Tengah

Sumarno menyoroti lonjakan antusiasme peserta Merbabu Skyrace 2026 yang jauh melampaui gelaran pada tahun-tahun sebelumnya. Terlebih lagi, semakin banyak negara partisipan yang ikut ambil bagian dalam ajang lari lintas alam ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan penuh agar ajang ini terus berkembang menjadi penggerak utama pariwisata olahraga (sport tourism) di daerah tersebut.

“Kegiatan ini mendatangkan masyarakat dari luar Jawa Tengah dan juga berbagai negara,” kata dia.

Lewat kompetisi ini, ia berharap para pelari bisa menikmati tantangan rute sekaligus pesona alam Gunung Merbabu, sehingga kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan makin tumbuh di dalam diri setiap peserta.

“Inilah salah satu upaya kita untuk mengajak masyarakat, mari kita cintai alam dan lingkungan. Salah satunya adalah Gunung Merbabu,” katanya.

Race Director Merbabu Skyrace, Sri Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa tahun ini menandai edisi keempat dari penyelenggaraan lomba tersebut. Spesialnya, ajang ini telah mengantongi afiliasi resmi dari organisasi dunia seperti International Skyrunning Federation, International Trail Running Association (ITRA), dan Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB).

Penyelenggara tidak hanya menyajikan rute menantang yang melintasi hamparan sabana dan keindahan Gunung Merbabu, tetapi juga menonjolkan kearifan lokal warga Thekelan dan Desa Batur. Para peserta harus menaklukkan rute yang menyusuri hampir seluruh jalur pendakian resmi gunung tersebut.

“Merbabu Skyrace karena punya ikonnya naik (Gunung) Merbabu dan capaian ketinggian atau elevasinya tinggi. Jadi itu yang kita dorong menjadi sesuatu yang unik dan spesial dibandingkan dengan event lain,” katanya.

Agus menambahkan, tingkat partisipasi pelari melonjak tajam jika membandingkannya dengan edisi 2025. Dari total hampir 2.700 peserta tahun ini, kategori 20K mendominasi perlombaan sebagai favorit utama dengan jumlah sekitar 1.200 pelari.

“Harapan kami ke depan, ini menjadi event yang selalu dinanti, menjadi event yang memang ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Kehadiran ribuan orang dalam kompetisi ini tentu membawa harapan besar terkait dampak sosial ekonomi bagi warga sekitar Dusun Thekelan, Desa Batur, dan Kecamatan Getasan. Semenjak edisi perdana meluncur pada tahun 2023, masyarakat merasakan langsung dampaknya, salah satunya adalah nama Thekelan yang kini semakin populer hingga ke kancah internasional.

“Diikuti banyak peserta, peserta asing dari banyak negara juga. Perputaran ekonomi juga besar,” ujar Agus.

Alfian Nugraha, pelari kategori 50K asal Sidoarjo, membagikan pengalamannya. Meski rutin mengikuti berbagai event trail run serta sering mendaki dan berkemah di Merbabu, ia mengaku baru kali ini menjajal Merbabu Skyrace. Alfian sengaja memilih kategori 50K untuk menantang dirinya menyusuri rute panjang yang mencakup hampir seluruh basecamp pendakian.

“Merbabu itu memang view-nya luar biasa cantik. Jadi gak ada bosennya ke sini. Kalau ikut Merbabu Skyrace baru oertam ini,” ujarnya. (*)

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA