Pemkot Semarang Tanggap Darurat, Korban Kebakaran dan Rumah Roboh Terima Bantuan

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 17:39 11 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kelurahan Kaligawe dan rumah roboh di Kelurahan Krobokan.

Melalui Dinas Sosial, pemerintah memberikan bantuan kebutuhan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaedi, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, agar penanganan terhadap warga terdampak dilakukan secepat mungkin.

“Ibu Wali Kota meminta kami segera hadir membantu warga yang mengalami musibah. Pemerintah harus memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi bencana,” ujar Agus, Selasa (10/2).

Bantuan diberikan kepada Shanti, warga Sawah Besar Gang XI RT 08 RW 05, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, yang dapur rumahnya terbakar. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada Bambang Rusdiyono, warga Jalan Wiroto Raya Nomor 38 RT 03 RW 07, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, yang rumahnya roboh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Agus menjelaskan, bantuan yang disalurkan bersifat darurat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban, seperti peralatan dapur, kasur lipat, kasur gulung, selimut, serta paket sembako.

“Meski kebakaran di Kaligawe hanya terjadi di bagian dapur, tetap menjadi perhatian kami. Sedangkan di Krobokan, rumah roboh sehingga kami membantu perlengkapan dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyaluran bantuan diawali dengan laporan berjenjang dari RT, RW, hingga kelurahan. Setelah laporan diterima, Dinas Sosial segera melakukan verifikasi lapangan sebelum bantuan dikirimkan.

“Begitu laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti. Prosesnya cepat agar warga segera terbantu,” katanya.

Agus menegaskan, Dinas Sosial memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak bencana, baik kebakaran, banjir, rumah roboh, maupun kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Ia pun mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika ada warga yang mengalami musibah. Menurutnya, prosedur pengajuan bantuan cukup sederhana dan tidak berbelit.

“Laporan bisa disampaikan melalui RT, RW, hingga kelurahan, bahkan bisa diawali lewat telepon. Administrasi dapat dilengkapi kemudian, yang penting ada laporan dan dokumentasi,” ujarnya.

Dalam kondisi darurat, bantuan dapat langsung disalurkan sembari menunggu kelengkapan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga.

“Yang utama adalah warga tertolong terlebih dahulu. Administrasi bisa menyusul,” pungkasnya. (*)

LAINNYA