Pemprov Jateng Buka Beasiswa Santri, Kesempatan Studi hingga Mesir dan Jepang

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Feb 2026 08:44 19 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026. Program ini membuka kesempatan luas bagi santri asal Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk ke Universitas Al Azhar Mesir hingga sejumlah perguruan tinggi di Jepang.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Hasyim Muhammad, menyampaikan bahwa beasiswa tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemprov Jateng dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren. Santri tidak hanya diarahkan untuk menempuh pendidikan di dalam negeri, tetapi juga diberi peluang belajar di berbagai perguruan tinggi luar negeri.

“Melalui program ini, santri mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri,” ujar Hasyim saat merilis Petunjuk Teknis Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, beasiswa yang difasilitasi mencakup program vokasi dan Strata 1 (S1) dalam negeri di berbagai bidang, seperti kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta keislaman. Program tersebut bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah yang telah menandatangani nota kesepakatan dengan Pemprov Jateng.

Selain itu, tersedia pula program beasiswa vokasi dan S1 luar negeri pada bidang kedokteran, pertanian, serta sains dan teknologi di sejumlah negara, antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara lain yang memenuhi kriteria LFSP. Terdapat pula skema beasiswa S1 luar negeri jalur double degree.

Untuk bidang keislaman, beasiswa S1 luar negeri disediakan bagi santri yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof, serta Universitas Imam Syafi’i di Yaman. Sementara itu, bagi pengasuh pesantren, Pemprov Jateng menyediakan beasiswa Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3) dalam negeri di berbagai bidang keilmuan.

Hasyim menambahkan, seluruh skema beasiswa dikelola oleh LFSP yang dibentuk melalui keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Program ini juga disertai kewajiban pengabdian, di mana penerima beasiswa diwajibkan kembali mengabdi di pesantren asal minimal selama satu tahun setelah menyelesaikan studi.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah provinsi menanggung berbagai kebutuhan, seperti uang kuliah, biaya hidup, visa, tiket pesawat, dan asuransi, dengan besaran disesuaikan standar masing-masing program. Untuk jenjang S1 dalam negeri, bantuan UKT diberikan hingga delapan semester, dengan nominal tertinggi untuk program studi kedokteran.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap, meliputi verifikasi administrasi, seleksi akademik, dan wawancara. Kemampuan membaca kitab kuning menjadi syarat utama, dengan nilai tambah bagi santri yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Aspek wawasan kebangsaan dan kepesantrenan juga menjadi bagian dari penilaian.

Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 18 Februari 2026 dan seluruh proses dilakukan secara daring. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Koordinator Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP Jawa Tengah, Prof. Akhmad Syakir Kurnia, menegaskan pentingnya tanggung jawab penerima beasiswa. Setiap penerima diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan studi secara berkala serta laporan akhir setelah lulus, dan melaksanakan pengabdian di pesantren asal.

Ia berharap program ini mampu melahirkan lulusan berkompetensi global yang tetap berkarakter santri.

“Kita ingin mencetak dokter, insinyur, dan ilmuwan lulusan luar negeri yang tetap memiliki akhlak dan karakter santri,” pungkasnya. (*)

LAINNYA