Pemprov Jateng dan NTU Singapura Bahas Kerja Sama Peningkatan Kapasitas ASN dan Beasiswa S2

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 17:37 24 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Ahmad Luthfi menerima kunjungan Senior Advisor Nanyang Technological University Singapore, Mohamad Maliki bin Osman di Kota Semarang, Jumat, 8 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk program beasiswa S2 bagi masyarakat Jawa Tengah.

Mohamad Maliki bin Osman menjelaskan, NTU memiliki program beasiswa jenjang Master Degree yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Program itu diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia dengan kuota sekitar 200 orang setiap tahun.

Menurutnya, pembiayaan beasiswa menggunakan skema joint funding antara LPDP dan NTU. Pendaftaran dapat dilakukan melalui LPDP maupun langsung ke pihak universitas.

“Kami bertemu dengan Gubernur untuk melihat apakah ada masyarakat maupun pegawai di lingkungan pemerintah provinsi yang bisa belajar S2 di Singapura. Bidangnya terbuka, mulai dari teknik, komunikasi, dan lainnya,” ujarnya usai bertemu Ahmad Luthfi.

Selain program beasiswa, Maliki juga memperkenalkan Singapore Cooperation Programme (SCP), yaitu program pelatihan singkat bagi pegawai pemerintah daerah dalam berbagai bidang yang mendukung pembangunan daerah.

Melalui program tersebut, pemerintah Singapura akan menanggung biaya pelatihan, sementara peserta dari Pemprov Jawa Tengah hanya menanggung biaya perjalanan menuju Singapura. Materi pelatihannya meliputi pengelolaan air, pengelolaan sampah, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ia mengatakan, kuota peserta dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu, Maliki turut didampingi Director of Global Alliance of Industries sekaligus Police Liaison Officer Nanyang Technological University Singapore, Lydia Helena Wong.

Sebagai informasi, Nanyang Technological University Singapore merupakan salah satu universitas terbaik dunia dan saat ini menempati peringkat ke-12 dunia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga telah menjalin kerja sama dengan kampus tersebut.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia langsung meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk mendata ASN yang berminat melanjutkan studi S2 maupun mengikuti pelatihan singkat di NTU.

Tidak hanya ASN di lingkungan pemerintahan, Ahmad Luthfi juga mendorong agar para guru di Jawa Tengah dapat memanfaatkan kesempatan belajar tersebut.

“Langsung didata dan dipetakan siapa saja yang berminat. Guru juga boleh ikut,” katanya. (*)

LAINNYA