Pemprov Jateng Jadikan MTQ Nasional Panggung UMKM 35 Provinsi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 17:44 19 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menolak menikmati sendiri manisnya perputaran ekonomi dari pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Menyandang status tuan rumah, Jateng membuka pintu lebar-lebar bagi 35 provinsi lain untuk memamerkan dan memasarkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan mereka sepanjang rangkaian acara berlangsung.

Panitia memusatkan perhelatan MTQ Nasional ini di Kota Semarang mulai 11 hingga 20 September 2026. Khusus untuk memanjakan pengunjung, panitia resmi membuka pameran UMKM MTQ Nasional XXXI pada Sabtu (12/9/2026) di area Gama Plaza, Lapangan Parkir Eks E Plaza, Kota Semarang.

Puluhan stan dari berbagai penjuru Nusantara siap menjelma sebagai etalase raksasa. Para rombongan peserta dari berbagai provinsi membawa langsung produk-produk kreatif mereka untuk memikat para tamu dan masyarakat lokal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa pelibatan pelaku UMKM lintas daerah ini membuktikan komitmen keterbukaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Ia menilai momentum MTQ Nasional merupakan panggung emas untuk mempromosikan produk usaha lokal dari seluruh Nusantara kepada masyarakat dan ribuan tamu yang membanjiri Jateng.

“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” kata Taj Yasin usai menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

Menjabat sebagai Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin memastikan bazar UMKM ini menjadi agenda inti yang tak terpisahkan dari kemeriahan MTQ Nasional. Para pelaku usaha mikro mendapat karpet merah untuk menjajakan langsung produk unggulan mereka kepada konsumen baru.

Melalui konsep inklusif ini, MTQ Nasional melampaui batas sekadar arena kompetisi tilawah antarkafilah. Ajang keagamaan ini sukses bertransformasi menjadi ruang pertemuan akbar yang menyatukan karya UMKM dari Sabang sampai Merauke.

Taj Yasin menaruh harapan besar agar kehadiran delegasi UMKM dari 35 provinsi mampu mendongkrak promosi silang sekaligus mencetak ceruk pasar baru. Di sisi lain, Pemprov Jateng juga memanfaatkan momentum langka ini untuk memamerkan taring potensi ekonomi daerahnya kepada perwakilan seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyoroti perkembangan pesat ekosistem MTQ di Tanah Air. Ia menyebut pergelaran ini telah berevolusi jauh melampaui sekadar ajang perlombaan, melainkan telah mengakar kuat sebagai tradisi komunal masyarakat mulai dari tingkat akar rumput hingga level nasional.

Nasaruddin memandang karakter komunal ini sebagai keistimewaan mutlak milik Indonesia. Tradisi MTQ tumbuh subur dan berjenjang dari desa hingga pusat, merangkul keterlibatan massa yang sangat masif dari berbagai pelosok daerah.

“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai. Di luar negeri menyelenggarakan MTQ itu, ya mungkin setingkat dengan kecamatan atau kabupaten. Nah kalau kita di sini itu dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.

Menag melihat bukti nyata besarnya antusiasme publik tersebut pada ajang MTQ Nasional XXXI di Semarang. Nasaruddin mencatat jumlah peserta tahun ini memecahkan rekor terbanyak sepanjang sejarah karena panitia membuka sejumlah cabang perlombaan baru. Tidak main-main, sedikitnya 17 gubernur memastikan diri hadir langsung pada malam pembukaan, sementara para kepala daerah lainnya turut mengirimkan perwakilan resmi.

Sang menteri pun melontarkan apresiasi tinggi atas kesiapan prima Jawa Tengah mengampu peran tuan rumah. Ia menilai kembalinya ajang MTQ Nasional ke Kota Semarang setelah penantian panjang selama 47 tahun menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi penyelenggaraan tahun ini.

“Baru kali ini malam taaruf banyak gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” kata Nasaruddin.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA