Petugas BPBD Kota Semarang salurkan bantuan air bersih.NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bergerak cepat memastikan pemenuhan pasokan air bersih bagi warga menyusul datangnya musim kemarau yang mulai memicu kekeringan di berbagai wilayah. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memperkuat skema distribusi agar masyarakat yang kesulitan pasokan air bisa langsung menerima bantuan sesuai kondisi lapangan.
Merujuk pada laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang per awal September 2026, bencana kekeringan telah melanda empat wilayah kecamatan. Merespons situasi tersebut, petugas langsung mendistribusikan 19 tangki atau setara 115 ribu liter air bersih yang menyasar 13 titik permukiman warga terdampak.
Agustina menegaskan bahwa jajarannya tidak pernah berhenti memantau kondisi setiap wilayah. Pemkot Semarang menaruh fokus utama pada pemenuhan hak dasar warga, khususnya ketersediaan air bersih, agar krisis kemarau ini tidak berlarut-larut.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat segera mendapatkan penanganan. Pemerintah Kota Semarang terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agustina.
Guna mengantisipasi ancaman kemarau panjang, BPBD Kota Semarang masih menyimpan cadangan air bersih sebanyak 365 ribu liter dari total alokasi 480 ribu liter pada anggaran tahun 2026. Pemerintah siap menggelontorkan sisa pasokan ini jika grafik kebutuhan warga terus melonjak atau kekeringan mulai merambat ke wilayah-wilayah lain.
Bagi warga yang mulai kesulitan mencari air bersih, pemerintah membuka saluran permohonan bantuan lewat kantor kelurahan masing-masing. Jika situasi sangat mendesak, masyarakat bisa langsung menelepon layanan darurat 112. Petugas akan segera menerjunkan tim untuk memverifikasi laporan dan menentukan takaran bantuan yang paling tepat.
Upaya mitigasi krisis air ini turut menggandeng Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Perusahaan pelat merah ini siap menerjunkan armada tangkinya untuk bersinergi dengan BPBD dalam memasok air ke zona-zona krisis, tentunya dengan menyesuaikan tingkat urgensi, kondisi medan, serta stok air yang tersedia.
Kendati demikian, teriknya musim kemarau ternyata juga menguras cadangan air baku milik Perumda Air Minum Tirta Moedal. Ketersediaan air baku di SPAM Kudu mengalami penyusutan tajam, sehingga memukul kapasitas produksi dan distribusi air bersih kepada sebagian besar pelanggan di wilayah Semarang Timur.
Menghadapi kendala teknis tersebut, manajemen Perumda Air Minum Tirta Moedal terus memelototi debit sumber air baku sembari mencari celah untuk memaksimalkan kapasitas produksi maupun jaringan distribusi mereka.
“Pada musim kemarau saat ini terdapat penurunan ketersediaan air baku di SPAM Kudu yang berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air di sebagian wilayah pelayanan. Kami terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pelayanan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,” demikian pernyataan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang.
Bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Moedal yang keran airnya mati atau tersendat, pihak perusahaan menyediakan saluran pengaduan khusus. Warga dapat melapor langsung melalui Call Center 0800 1503 888, layanan pesan WhatsApp di 0811 2680 060, maupun lewat akun media sosial resmi milik Tirta Moedal.
Menutup keterangannya, Wali Kota Agustina menyerukan imbauan agar masyarakat lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi air rumah tangga. Ia meminta warga rajin menampung air saat aliran sedang menyala, khususnya bagi mereka yang tinggal di zona rawan. Pemkot Semarang berjanji akan terus mengawasi pergerakan musim kemarau agar strategi mitigasi penanganan air selalu akurat menjawab dinamika lapangan.