Pikat Minat Investor, Proyek Peternakan Sapi Perah Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Jateng

waktu baca 4 menit
Senin, 20 Jul 2026 20:29 28 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – PT Global Dairi Bersama resmi memulai proyek pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar yang mampu menampung kapasitas hingga 30.000 ekor sapi. Fasilitas peternakan raksasa ini mengambil lokasi di lahan luas yang berada di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Perusahaan menandai dimulainya proyek strategis ini melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung pada Senin (20/7/2026).

Sejumlah tokoh penting dari jajaran pemerintah tingkat pusat maupun daerah hadir langsung untuk mengeksekusi prosesi peletakan batu pertama tersebut. Mereka meliputi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Investor memproyeksikan nilai investasi proyek peternakan sapi perah terpadu ini menembus angka Rp1,2 triliun. Menempati lahan seluas 710 hektare, kawasan terpadu ini tidak hanya berfungsi sebagai kandang bagi puluhan ribu sapi. Pengembang juga melengkapinya dengan pabrik pengolahan susu, sentra produksi pakan ternak, hingga instalasi khusus untuk mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk berkualitas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut antusias kucuran investasi bernilai fantastis tersebut dan membeberkan pandangannya terkait masa depan ketahanan pangan daerah.

“Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian,” kata Gubernur Ahmad Luthfi usai acara.

Luthfi meyakini investasi jumbo ini akan memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai pusat industri persusuan nasional. Sebagai perbandingan, saat ini populasi sapi perah di wilayah Jateng baru menyentuh 77.566 ekor dengan total kemampuan produksi sekitar 78.465 ton susu per tahun. Angka ini masih berada di bawah angka kebutuhan konsumsi warga Jateng yang menghabiskan 94.730 ton susu setiap tahunnya.

Oleh karena itu, ia sangat optimistis hasil perahan dari peternakan di Brebes ini kelak sanggup menutup defisit pasokan susu, baik untuk skala provinsi maupun secara nasional.

“Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. Jadi selama ini kita masih membutuhkan susu hampir sekitar 22 ribu ton per tahun, itu masih kita ambil dari provinsi lain. Kalau nanti ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, kehadiran PT Global Dairi Bersama sukses memacu gairah iklim investasi di wilayah Jawa Tengah. Jateng selama ini memang terbukti ampuh memikat mata para investor berkat situasi wilayah yang sangat kondusif, birokrasi perizinan yang serba mudah, serta ketersediaan tenaga kerja yang sangat kompetitif.

“Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi. Baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, (peternakan) ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menegaskan bahwa pendirian PT Global Dairi Bersama merupakan wujud nyata komitmen perusahaannya. Pihaknya siap mendukung penuh seluruh rangkaian program pemerintah dalam mewujudkan target swasembada susu nasional.

Ihsan memancarkan optimisme bahwa proyek raksasa ini akan menetaskan ekosistem industri susu yang sepenuhnya mandiri dan berdaya saing tinggi. Ia juga menargetkan operasional kawasan terpadu ini mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengedepankan prinsip inklusif bagi masyarakat pedesaan di Jawa Tengah.

“Kami memilih Brebes di Jawa Tengah karena melihat potensi agraris yang luar biasa, dan etos kerja masyarakatnya yang tinggi, serta dukungan dari Gubernur dan Bupati yang positif,” ujarnya.

Ia mengkalkulasi bahwa 30.000 ekor sapi perah di fasilitas tersebut kelak mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar setiap tahun. Lonjakan volume produksi yang fantastis ini otomatis akan mengerek peringkat Jawa Tengah menjadi daerah produsen susu terbesar kedua di tingkat nasional.

“30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%,” katanya.

Untuk urusan operasional kelak, PT Global Dairi Bersama siap menggandeng para petani dan peternak lokal melalui sistem kemitraan strategis. Perusahaan merumuskan tiga skema kerja sama pemberdayaan. Skema tersebut meliputi pengelolaan sapi pejantan untuk produksi daging, pemeliharaan sapi perah berkapasitas di bawah 15 liter per hari oleh masyarakat untuk menyuplai pabrik, serta kemitraan pengadaan bahan baku pakan ternak.

Menanggapi besarnya potensi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti tren kebutuhan susu nasional yang terus merangkak naik. Lonjakan ini berjalan lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi standar pemenuhan gizi keluarga.

Oleh karena itu, Amran terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengebut target swasembada pangan, khususnya pada komoditas susu segar. Berkaca pada pola manajemen dan kemitraan PT Global Dairi Bersama, sang menteri sangat yakin Jawa Tengah dan Indonesia akan segera menuntaskan misi kemandirian pasokan susu tersebut.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA