Program SPAM Pemprov Jateng Akhiri Derita Krisis Air Bersih Warga Kutabawa Purbalingga

waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Jul 2026 10:47 32 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berhasil mengakhiri krisis air bersih yang membelit warga Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga selama bertahun-tahun. Pemprov mewujudkan solusi ini dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kini, warga cukup memutar keran untuk mengalirkan air bersih langsung ke dalam rumah mereka.

Kehadiran fasilitas perpipaan tersebut langsung mengubah drastis rutinitas harian warga. Sebelumnya, masyarakat selalu merogoh kocek untuk membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Jauh sebelum bantuan SPAM ini datang, masalah pasokan air memang selalu membayangi kehidupan warga Kutabawa. Ketika musim kemarau melanda, warga hanya bisa mengandalkan sisa tampungan air hujan. Apabila persediaan menipis dan habis, mereka terpaksa memesan air dari penyedia mobil tangki keliling. Tingginya lonjakan permintaan bahkan sering kali membuat pesanan air warga baru tiba tiga hingga empat hari berselang.

Kepala Desa Kutabawa, Budiyono, menceritakan bahwa penderitaan warga semakin memburuk usai bencana banjir bandang menerjang wilayahnya sekitar lima bulan lalu. Bencana alam tersebut menghancurkan total jaringan pipa yang selama ini mengalirkan air dari sumber mata air Desa Serang menuju Kutabawa.

“Sebelum ada bencana, air bersih kami ambil dari desa sebelah. Setelah terjadi bencana, pipanya hilang sehingga distribusi air terputus,” kata Budiyono, Rabu (15/7/2026).

Sebagian besar warga Desa Kutabawa mencari nafkah sebagai petani. Dengan kondisi penghasilan yang sangat bergantung pada musim panen, keharusan membeli air tentu menciptakan beban ekonomi yang sangat berat. Budiyono menyebut satu keluarga bahkan harus mengeluarkan uang mulai dari Rp500 ribu hingga melampaui Rp1 juta setiap bulannya hanya untuk menebus air bersih.

“Kalau kemarau warga beli air. Pesannya sekarang, kadang tiga sampai empat hari baru datang karena penyedia tangki kewalahan. Sangat berat bagi warga,” ungkapnya.

Merespons jeritan warga tersebut, Pemprov Jawa Tengah bergerak cepat merancang dan membangun jaringan SPAM yang membentang dari Desa Serang menuju Desa Kutabawa pada tahun 2026 ini. Fasilitas vital tersebut kini sukses melayani kebutuhan 97 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya selalu kesulitan mengakses air.

“Alhamdulillah sekarang air mengalir lagi. Pengeluaran warga yang dulu bisa Rp500 ribu sampai lebih dari Rp1 juta setiap bulan, sekarang paling sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu untuk iuran perawatan jaringan,” tutur Budiyono.

Budiyono menambahkan bahwa krisis air di desanya merupakan cerita lama yang berulang. Pemerintah desa dan warga sejatinya telah menempuh berbagai cara, termasuk mengerahkan alat berat untuk mengebor sumur hingga menembus kedalaman 105 meter. Sayangnya, warga tidak pernah menemukan sumber mata air dari dalam tanah wilayah tersebut.

“Sudah lama sekali susah air. Pernah dibor sampai 105 meter, tetap tidak keluar air. Mudah-mudahan bantuan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Nur Rahman, salah satu warga Kutabawa, merasakan langsung manfaat besar dari fasilitas SPAM ini. Sebelum Pemprov membangun jaringan pipa tersebut, keluarganya wajib membeli minimal dua tangki air setiap bulan dengan harga sekitar Rp250 ribu per tangkinya. Apabila sedang kehabisan uang, Nur Rahman dan keluarganya harus berjalan kaki menempuh jarak tiga hingga empat kilometer demi memikul air bersih.

“Dulu kami sangat kesulitan air bersih. Kalau tidak beli, ya harus jalan kaki sekitar tiga sampai empat kilometer. Sekarang alhamdulillah air bersih sudah mengalir sampai rumah-rumah warga. Kami sangat terbantu dengan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memberikan penjelasannya. Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan SPAM ini merupakan wujud komitmen Pemprov Jateng di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi untuk terus memperluas akses sarana air bersih, khususnya bagi daerah-daerah rawan kekeringan.

Memasuki tahun 2026 ini, Pemprov Jateng mengeksekusi pembangunan 12 fasilitas SPAM di berbagai pelosok wilayah. Petugas telah menuntaskan enam proyek, yang mencakup Desa Kutabawa dan Cipaku (Purbalingga), Desa Penakir dan Gunungsari (Pemalang), Desa Margosari (Wonosobo), serta Desa Bandongan (Magelang). Sementara itu, pemerintah masih memproses pengadaan enam proyek sisanya melalui sistem LPSE untuk wilayah Desa Bejarum (Wonosobo), Ragatunjung (Brebes), Ginandong (Kebumen), Karangkemojing (Banyumas), serta Pandanarum dan Bondolharjo (Banjarnegara).

“Pembangunan SPAM merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA