Ratusan Siswa Pati Diduga Keracunan MBG, Satgas Tutup Sementara SPPG Gembong 1

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 17:32 17 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sebanyak 231 siswa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (8/9/2026). Buntut dari insiden keracunan massal ini, pemerintah langsung menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 untuk mencegah jatuhnya korban baru.

Keluhan medis mulai menyerang para pelajar sejak Selasa malam dan terus berlanjut hingga Rabu (9/9/2026). Para siswa mengeluhkan pusing hebat, mual, mulas, diare, hingga gangguan pencernaan akut. Tim satgas mencatat korban terbanyak menyasar siswa MTsN 3 Pati dengan total 127 orang dan SMPN 1 Gembong sebanyak 103 siswa. Menyusul kemudian, satu siswa dari MTs Mambaul Ulum turut merasakan gejala serupa. Tim medis langsung mengerahkan puluhan armada ambulans untuk mengevakuasi para pelajar menuju berbagai fasilitas kesehatan.

Gelombang kedatangan pasien yang nyaris bersamaan ini memaksa tenaga medis di Kecamatan Gembong bekerja ekstra keras menangani lonjakan korban. Puskesmas Gembong mengambil alih penanganan 92 siswa, di mana enam orang harus menjalani rawat inap dan 86 lainnya berstatus rawat jalan. Sementara itu, tim medis RSUD RAA Soewondo Pati menangani 98 siswa, dan RS Mitra Bangsa merawat 41 korban (lima rawat inap dan 36 rawat jalan).

Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, memimpin langsung proses penanganan krisis ini dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan instansi terkait. Pihaknya menyiagakan penuh armada ambulans, sementara jajaran kepolisian turut menerjunkan tim dokter kepolisian untuk mempercepat pertolongan pertama.

“Kami mengirimkan ambulans dan dari Polres sudah mengirimkan dokter,” ujar Chandra.

Tutup SPPG Gembong 1 dan Uji Sampel Makanan

Guna mengungkap dalang utama di balik insiden ini, tim investigasi telah mengirimkan sampel makanan MBG ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Proses uji klinis ini akan memastikan apakah keluhan kesehatan ratusan siswa tersebut murni bermula dari hidangan MBG atau akibat faktor pemicu lainnya.

Sembari menanti rilis hasil laboratorium, pemerintah belum bisa menjatuhkan vonis pasti terkait penyebab keracunan. Sebagai langkah mitigasi pencegahan, Chandra memastikan Satgas MBG Pati segera menyisir dan mengevaluasi kelayakan operasional seluruh SPPG di Kabupaten Pati.

“Satgas mengecek semua kondisi SPPG di Kabupaten Pati. Satgas akan keliling nanti. Mitigasi supaya masalah-masalah tidak terjadi lagi,” katanya.

Chandra juga menegaskan penghentian sementara seluruh aktivitas produksi makanan di SPPG Gembong 1 demi keamanan bersama.

“Iya, pastinya ditutup sementara dulu, Mas, sambil nunggu hasil labnya,” tegas Chandra.

Pemerintah akan menjadikan hasil uji laboratorium tersebut sebagai landasan utama untuk mengambil kebijakan lanjutan, termasuk menentukan nasib izin operasional SPPG Gembong 1 dan kelanjutan program MBG di wilayah tersebut. Di sisi lain, petugas medis terus memantau ketat proses pemulihan seluruh siswa yang masih terbaring lemah di sejumlah fasilitas kesehatan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA