Riset UNDIP Terbukti Akurat, Fenomena Air Laut Dingin Muncul Saat Festival ALaDin 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Sep 2026 23:25 7 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Prediksi ilmiah Universitas Diponegoro (UNDIP) membuktikan keakuratannya setelah fenomena Air Laut Dingin (ALaDin) benar-benar muncul di Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (12/9/2026).

Fenomena alam langka ini memuncak tepat ketika Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., menyampaikan pidato pembukaan Festival Air Laut Dingin (ALaDin) 2026.

Kejadian menakjubkan ini sekaligus menegaskan bahwa riset berbasis akademis mampu menyokong dan mendongkrak potensi pariwisata daerah secara nyata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor menggandeng UNDIP dan Universitas Tribuana (UNTRIB) untuk menggelar festival ini di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, melalui Program Hiliriset Sinergi Strategis dengan dukungan dana LPDP.

Perhelatan ini menyedot perhatian jajaran pimpinan UNDIP dan UNTRIB, pemerintah daerah, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga para tokoh dan tetua adat setempat.

Secara ilmiah, fenomena ALaDin merupakan Extreme Upwelling Event (EUE), yakni proses pengangkatan massa air laut dalam yang bersuhu sangat rendah menuju permukaan.

Kejadian alam ini berlangsung dalam waktu relatif singkat sekitar satu hingga dua jam, namun memicu perubahan suhu air laut yang sangat drastis.

Suhu air permukaan mampu anjlok hingga sekitar 15 derajat Celsius hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu jam.

Perubahan suhu mendadak ini membuat ikan-ikan mengalami kondisi pingsan hingga mati, sekaligus memancing kawanan lumba-lumba muncul menari di permukaan laut.

Sebelum peristiwa ajaib ini terjadi, publik dan pemerintah daerah sempat meragukan presisi ramalan tim peneliti UNDIP.

Tim peneliti dari Prodi Oseanografi FPIK UNDIP yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc., berhasil mematahkan keraguan tersebut lewat bukti lapangan yang nyata.

Keraguan Wakil Bupati Alor pun seketika berubah menjadi sukacita saat menyaksikan fenomena ALaDin memancar tepat pada momentum pembukaan festival.

Peristiwa ini memacu rasa percaya diri Pemkab Alor untuk mengemas Air Laut Dingin sebagai daya tarik wisata baru berbasis sains.

Pemkab Alor mendorong UNDIP terus memperdalam riset agar fenomena alam ini memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Keterlibatan UNDIP dalam meneliti dan mempromosikan Festival ALaDin juga memanen apresiasi tinggi dari masyarakat adat Alor.

Tetua adat Alor menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian tim akademisi yang telah memperkenalkan keajaiban alam Alor ke panggung dunia.

Bagi warga lokal, ALaDin menjadi bagian penting dari identitas wilayah yang siap dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengikis nilai kearifan lokal.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemda, masyarakat adat, dan pelaku pariwisata menjadi kunci utama pengelolaan potensi ini secara bertanggung jawab.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor SDM, IT, Hukum dan Organisasi UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., menguatkan komitmen UNDIP untuk terus memproduksi inovasi yang berdampak nyata bagi publik.

“UNDIP sebagai universitas riset yang unggul terus berupaya menyumbangkan dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa riset perguruan tinggi wajib keluar dari ruang akademis agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menyokong pembangunan daerah.

Kolaborasi dalam Festival ALaDin 2026 menjadi bukti riil bagaimana riset ilmiah mampu menyatu dengan potensi lokal demi menciptakan manfaat yang lebih luas.

“Hal tersebut sejalan dengan tagline UNDIP yakni UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat,” tegasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA