Sabet Juara Tiga Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi ALI 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 13:33 77 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses memboyong penghargaan bergengsi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi usai mengamankan predikat sebagai salah satu daerah dengan layanan investasi terbaik di Indonesia pada ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026. Jawa Tengah berhasil menyabet juara ketiga secara nasional, membayangi Maluku Utara dan Jawa Timur yang bertengger di posisi teratas. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima secara langsung trofi penghargaan tersebut di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Luthfi mengapresiasi kerja keras Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta dukungan penuh dari seluruh stakeholder terkait yang membidani capaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini melipatgandakan motivasi jajarannya untuk terus memacu layanan perizinan dan investasi yang berprinsip cepat, mudah, dan prima.

“Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima,” katanya.

Oleh karena itu, Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran aparatur untuk meningkatkan kualitas layanan perizinan dan investasi di lapangan. Ia meminta para petugas menerapkan strategi jemput bola, menyambut calon investor dengan senyuman ramah, serta proaktif menggali kebutuhan maupun kendala yang para pelaku usaha hadapi.

Berdasarkan catatan resmi, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang semester I-2026 berhasil menembus angka Rp59,94 triliun. Capaian tersebut mencakup Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp25,92 triliun (53,40 persen), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun (46,60 persen), serta investasi sektor UMK senilai Rp11,40 triliun. Aliran modal ini terbukti ampuh menyerap 213.217 tenaga kerja lokal melalui pengoperasian 55.989 proyek.

Pemerintah meyakini geliat investasi ini sanggup membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya, memperkokoh fondasi ekonomi daerah, dan mendongkrak taraf hidup warga secara berkelanjutan.

“Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita,” kata Luthfi dalam berbagai kesempatan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kepastian layanan investasi memegang peran kunci dalam memperbaiki iklim investasi Indonesia secara menyeluruh. Kualitas layanan yang memadai bertugas menarik minat investor domestik maupun asing demi menciptakan lapangan pekerjaan yang menjadi tugas rumah bersama.

“Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri,” katanya.

Rosan menambahkan bahwa skema pelayanan investasi yang terstruktur dan terukur sanggup memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pemodal, sehingga memberi dampak positif yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kerja kita harus cepat, kerja kita harus baik, dan mempunyai dampak yang besar terutama dalam perekonomian. Dalam menarik investasi ini kita harus berkompetisi dengan negara tetangga. Kita tidak boleh ketinggalan bahkan harus lebih maju dalam rangka menciptakan layanan investasi yang baik,” katanya.

Selain capaian di tingkat provinsi, ajang penghargaan ini juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Semarang yang sukses meraih penghargaan layanan investasi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berhasil menembus nominasi posisi enam besar nasional pada kategori yang sama.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA