Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Beroperasi, Kapasitas Capai 1.080 Siswa

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Jul 2026 15:46 46 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Bangunan permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini bersiap menerima peserta didik baru untuk mengarungi tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan kabar gembira tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Keduanya meninjau langsung kesiapan operasional Sekolah Rakyat Sukoharjo pada Kamis (2/7/2026).

Sumarno menjelaskan bahwa dari sekian banyak fasilitas serupa di wilayah Jawa Tengah, Sekolah Rakyat Sukoharjo menunjukkan tingkat kesiapan paling optimal. Sementara itu, pemerintah provinsi masih terus memacu proses penyelesaian pembangunan gedung di beberapa daerah lainnya.

Pihaknya memasang target tegas bahwa operasional sekolah tersebut harus sudah berjalan secara penuh pada 14 Juli 2026 mendatang.

Mengingat tenggat waktu yang semakin dekat, Sumarno menginstruksikan panitia pendaftaran untuk segera menuntaskan seluruh proses penerimaan siswa baru beserta persiapan teknis lainnya.

“Posisi memang tahun ajaran sudah harus mulai, sehingga kita harus segera berproses untuk menerima siswanya,” pungkas Sumarno.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat keberadaan 16 sekolah rakyat yang berstatus rintisan maupun permanen. Pemerintah berharap seluruh sekolah rintisan tersebut segera bertransformasi menjadi fasilitas pendidikan berwujud bangunan permanen.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan jaminan bahwa fasilitas pendidikan di Sukoharjo ini pasti beroperasi mulai tahun ini. Ia juga menitipkan pesan kepada jajaran pemerintah daerah untuk merawat kemegahan bangunan tersebut secara maksimal.

“Perawatannya harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik tanah pemerintah daerah,” ujar dia.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, turut menambahkan detail terkait sistem pembelajaran yang akan berjalan. Pihaknya siap menerapkan kurikulum berpendekatan multi entry dan multi exit hasil kerja sama strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menilai kurikulum ini sangat fleksibel untuk mengakomodasi keberagaman latar belakang serta tingkat kemampuan para siswa.

“Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah tidak ada masalah,” ujarnya.

Pemerintah juga memprioritaskan rekrutmen tenaga pendidik atau guru yang berasal dari wilayah domisili sekolah tersebut. Sebagai contoh, manajemen akan merekrut guru-guru asal Sukoharjo untuk mengabdi di fasilitas pendidikan ini.

“Disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, dan orang tua kalau sewaktu-waktunya datang juga sudah disiapkan guest house,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pengembang membangun kompleks Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo ini di atas hamparan lahan seluas 52.205 meter persegi, dengan luas keseluruhan bangunan mencapai 29.693 meter persegi. Kawasan terpadu ini mencakup ruang kelas, asrama, guest house, lapangan basket, arena mini soccer, rumah susun guru, gedung serbaguna, hingga sarana ibadah, kantin, dapur, dan rumah genset.

Secara keseluruhan, fasilitas pendidikan ini mampu menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi rapi dalam 30 rombongan belajar (rombel). Rinciannya meliputi 18 rombel untuk tingkat SD (540 siswa), 9 rombel tingkat SMP (270 siswa), serta 9 rombel tingkat SMA (270 siswa).

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA