Semarang Gelar Lomba Keamanan Pangan, Dorong Pasar Tradisional Lebih Sehat dan Nyaman

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 15:05 19 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar lomba keamanan pangan antar pasar sebagai upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional agar lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sri Wahyuningsih, mengatakan lomba tersebut diikuti oleh 33 pasar tradisional dan satu pasar modern. Dari jumlah itu, sebanyak 20 pasar yang menjual pangan segar mengikuti tahapan seleksi hingga terpilih enam besar.

“Tujuan kegiatan ini adalah mendorong kesadaran pedagang untuk menjaga keamanan pangan, termasuk sanitasi serta pemeliharaan sarana dan prasarana pasar,” ujarnya saat ditemui di Semarang, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, proses penilaian telah berlangsung sejak Januari melalui berbagai tahapan, seperti kunjungan langsung ke pasar, presentasi program, hingga evaluasi sistem pengawasan internal.

Dalam pelaksanaannya, setiap pasar memiliki tim Internal Control System (ICS) yang bertugas melakukan pengawasan keamanan pangan. Tim ini juga berkolaborasi dengan kader keamanan pangan untuk memberikan edukasi kepada pedagang serta melakukan pengujian terhadap bahan pangan yang dicurigai mengandung zat berbahaya.

Lebih lanjut, Endang menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi daerah yang dikembangkan dari program ketahanan pangan nasional melalui inisiatif lokal bertajuk “Pas Semarang”. Program tersebut bahkan disebut sebagai yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Program ini diharapkan bisa menjadi role model bagi kabupaten/kota lain, khususnya di Jawa Tengah,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pasar tradisional diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang edukasi sekaligus destinasi yang nyaman bagi masyarakat.

Terkait kondisi harga, Endang menyebutkan ketersediaan pangan di Kota Semarang masih relatif aman pasca-Lebaran, dengan pasokan yang cenderung meningkat. Namun, kenaikan harga terjadi pada komoditas non-pangan seperti plastik yang dipengaruhi faktor global.

Menurut dia, kenaikan harga plastik berpotensi berdampak pada biaya kemasan yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga jual produk di pasaran. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan. (*)

LAINNYA