NALARMEDIA.COM, – Warga Kota Semarang tidak perlu khawatir terkait ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang memastikan stok blangko KTP-el dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat.
Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, mengatakan pasokan blangko dari pemerintah pusat hingga saat ini masih terjaga dengan baik sehingga pelayanan penerbitan maupun penggantian KTP dapat berjalan normal.
“Insyaallah aman. Pemerintah pusat sudah memberikan jaminan terkait ketersediaan blangko. Tahun lalu juga tidak ada kendala, sehingga kami pastikan stok yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Yudi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, blangko KTP-el digunakan untuk berbagai layanan administrasi kependudukan, mulai dari pembuatan KTP baru, perubahan data penduduk, perubahan status perkawinan, hingga perpindahan domisili.
“Blangko ini digunakan untuk berbagai penyesuaian data kependudukan, baik karena perubahan status, perpindahan penduduk, maupun keperluan administrasi lainnya,” jelasnya.
Yudi mengungkapkan, Dispendukcapil Kota Semarang rata-rata menerbitkan sekitar 400 hingga 500 keping KTP setiap hari kerja. Dengan jumlah tersebut, total penerbitan KTP setiap bulan mencapai hampir 8.000 keping.
“Kalau kebutuhan harian sekitar 400 sampai 500 keping. Sebagian besar untuk KTP baru, sisanya untuk perubahan data atau perpindahan penduduk,” katanya.
Selain melayani pembuatan KTP baru dan perubahan data, Dispendukcapil juga menerbitkan KTP bagi warga yang memasuki usia 17 tahun atau telah memenuhi syarat wajib memiliki identitas kependudukan.
“Untuk KTP pemula, jumlahnya sekitar 25 ribu orang setiap tahun,” ungkap Yudi.
Selain KTP-el, Dispendukcapil Kota Semarang terus mendorong penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak-anak yang belum memasuki usia wajib KTP.
KIA berfungsi sebagai identitas resmi anak yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan administrasi, termasuk pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.
Dengan jaminan ketersediaan blangko dari pemerintah pusat, Dispendukcapil optimistis seluruh kebutuhan layanan administrasi kependudukan masyarakat Kota Semarang dapat terlayani secara optimal tanpa kendala kekurangan blangko.
“Kami memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas Yudi.(**)