Wagub Jateng Akui Masih Ada Kendala Akses Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 10:05 27 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan masih terdapat tantangan yang harus diatasi dalam upaya membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di provinsi ini. Pernyataan itu disampaikan saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng Tahun 2026 yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Menurut Wagub—yang akrab disapa Gus Yasin—data yang dihimpun oleh Dinas Sosial menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah mencapai sekitar ratusan ribu orang dan tersebar di seluruh wilayah 35 kabupaten/kota. Kondisi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah provinsi untuk menata kembali dan memperbaiki layanan, khususnya akses pendidikan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.

“Kami akui memang masih ada kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup,” ujar Wagub. Ia menyatakan bahwa Pemprov Jateng kini fokus melakukan sinkronisasi data dan memperkuat basis kebijakan untuk menjangkau kebutuhan penyandang disabilitas secara lebih tepat sasaran.

Dalam lima tahun terakhir, pemerintah daerah gencar meningkatkan kampanye mengenai pentingnya sekolah inklusif sebagai salah satu strategi memperluas kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus. Wagub menegaskan bahwa pemahaman masyarakat tentang hak pendidikan bagi penyandang disabilitas perlu terus diperkuat agar semua anak memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang.

Melalui forum Musrenbang tersebut, Pemprov Jateng juga memastikan bahwa usulan dari komunitas difabel akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, termasuk upaya meninjau efektivitas sekolah inklusif agar tidak ada lagi anak usia sekolah disabilitas yang tertinggal dalam akses pendidikan. (*)

LAINNYA