Cuaca Ekstrem, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 15:24 54 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kondisi persediaan pangan di wilayahnya tetap aman di tengah cuaca ekstrem serta menjelang bulan Ramadan. Upaya pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok terus diperkuat guna menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa pemantauan inflasi dan harga pangan dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Pemerintah daerah akan segera mengambil langkah apabila terjadi gejolak harga di pasaran.

Menurutnya, hingga saat ini harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil. Pemerintah provinsi juga menjaga kecukupan pasokan pangan dengan menjalin kerja sama bersama Badan Urusan Logistik, terutama untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi.

Sumarno menjelaskan bahwa bulan Ramadan memiliki karakteristik tersendiri karena aktivitas ekonomi masyarakat cenderung meningkat. Oleh karena itu, koordinasi antar daerah telah dilakukan sejak dini guna mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengandalkan sistem pemantauan harga yang rutin dilakukan di pasar-pasar tradisional. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan fluktuasi harga tetap terkendali.

Terkait dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan, Sumarno menyebut pengaruhnya terhadap ketersediaan pangan secara keseluruhan masih terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan pertanian yang terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani, termasuk melalui skema asuransi.

Ia menambahkan, produktivitas pangan di Jawa Tengah sepanjang 2025 telah mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat peran Jawa Tengah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, produksi padi hingga November 2025 tercatat mencapai 11.377.731 ton gabah kering panen atau setara dengan 9.397.904 ton gabah kering giling. Produksi tersebut berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare, yang menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu kontributor terbesar produksi padi nasional.

Sebelumnya, pihak Badan Urusan Logistik wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga memastikan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga Juni 2026. Saat ini, cadangan beras di Jawa Tengah tercatat mencapai 339.094 ton, jumlah yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun depan. (***)

LAINNYA