Ning Nawal Sambangi Pengungsi Banjir di Pati, Salurkan Susu dan Buku bagi Anak-AnakNALARMEDIA.COM – Warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mendapat perhatian langsung dari Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah sekaligus Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin. Di tengah kondisi tinggal di pengungsian, kehadirannya memberikan hiburan sekaligus semangat bagi para korban, khususnya anak-anak, Rabu (21/1/2026).
Dalam kunjungannya, Ning Nawal menyapa para pengungsi, memberikan motivasi, serta membagikan susu dan buku bacaan kepada anak-anak. Bantuan tersebut disambut antusias, terlihat dari senyum yang merekah di wajah anak-anak maupun orang tua mereka.
Ning Nawal hadir mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Keduanya meninjau lokasi pengungsian yang berada di Balai Desa Bumirejo dan Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, untuk melihat langsung kondisi warga terdampak banjir.
Ia berharap, pemberian susu dapat membantu menjaga kebutuhan gizi anak-anak selama berada di pengungsian. Sementara itu, buku bacaan diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus media pembelajaran agar anak-anak tetap mendapatkan stimulasi edukatif di tengah situasi darurat.
“Anak-anak membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis. Mereka harus tetap merasa bahagia meskipun sedang menghadapi kondisi yang sulit,” ujar Ning Nawal.
Salah satu warga Desa Doropayung, Suwarti, mengaku senang atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Ning Nawal membawa suasana berbeda bagi warga, terutama anak-anak yang terlihat lebih ceria setelah menerima susu dan buku.
“Sudah sekitar dua minggu kami berada di pengungsian. Kami senang karena mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan semangat bagi para korban banjir, khususnya anak-anak, agar tetap kuat dan optimistis menghadapi kondisi yang ada.
“Harapannya ke depan tidak terjadi banjir lagi di wilayah ini,” tandasnya.
Diketahui, banjir di desa tersebut telah berlangsung lebih dari 10 hari dan hingga kini air masih menggenangi permukiman warga. Kondisi itu memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah dan bertahan di lokasi pengungsian. (***)